Jangan Ada Lagi Politik Identitas di Pemilu 2024

0
34
Ilustrasi

Petapolitik – Politik identitas diharapkan tidak lagi menjadi bahan kampanye pada Pemilu 2024 mendatang dalam upaya menyudahu polarisasi yang terjadi di masyarakat yang telah berlangsung sejak Pemilu 2014.

Hal itu disampaikan pemerhati media sosial, founder Spindoctor dan penggerak JASMEV, Dyah Kartika Rini dalam Gelora Talks bertajuk “Pembelahan Politik di Jagat Media Sosial” Residu Pemilu yang Tak Kunjung Usai,” Selasa (22/6/2021) seperti diberitakan Tribunews.com.

“Untuk kandidat politik pada 2024, please (tolong) jangan lagi mengangkat kampanye politik identitas,” ujar Dyah.

Para kandidat yang akan maju di 2024, menurut dia, harus bisa berkampanye menggunakan jualan track record atau rekam jejak kepada publik.

“Brand heritage itu sebenarnya track record atau rekam jejak. Jadi kita punya apa saja yang kita kerjakan selama ini, itu yang kita angkat. Jangan menyerang lawan dengan isu SARA, suku, agama, ras. Itu pasti bisa membelah,” lanjunya.

Menurut Dyah yang saat ini merupakan Komisaris Independen Jasa Raharja ini, polarisasi di masyarakat akan bisa dihindarkan melalui cara politik yang menjual rekam jejak atau apa yang sudah dikerjakan selama ini kepada publik.

Bahkan dia yakin residu pemilu-pemilu sebelumnya akan bisa berakhir, tatkala kandidat politik 2024 berhenti menggunakan kampanye politik identitas dan lebih mengedepankan rekam jejak.

“Karena ada sebuah studi mengenai political brand heritage bahwa sebenarnya kenapa kita mesti mengangkat politik identitas? Karena mungkin kandidat politik itu tidak mempunyai track record atau dia tidak mempunyai rekam jejak yang mumpuni, yang baik, yang berprestasi, sehingga tidak bisa di angkat menjadi materi kampanye,” jelasnya.

“Akhirnya dilakukan adalah yaudah nyerang lawannya saja dengan isu agama yang paling gampang. Orang di-trigger dengan isu agama itu sangat sensitif. Siapa sih yang pengen agama yang kita yakini itu dinodai, dihina oleh orang lain. Pasti semua akan bergerak kalau kita angkat itu agama,” ujarnya. [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here