Sat, 10 March 2012

PetaPolitik.Com – Tanpa diketahui masyarakat kebanyakan, badai Matahari dan dampaknya telah terjadi sejak Senin 23 Januari 2012. Tsunami Badai Matahari baru akan mencapai puncaknya pada Oktober 2013, dan terus terjadi hingga 2015.

Dalam perkiraan ilmiah Tsunami Badai Matahari baru terjadi lagi 5 miliar tahun yang akan datang, dan dianggap dapat menghancurkan peradaban manusia.

Letusan di matahari yang timbulkan badai matahari itu berkekuatan 66 juta kali bom atom Hiroshima-Nagasaki pada Perang Dunia II.

Badai matahari terbesar dalam siklusnya yang ke-24 telah terjadi pada Senin, 23 Januari 2012. Sampai hari ini, meski dampaknya tergolong kecil, masih berlangsung di Indonesia.

Peneliti matahari dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, Clara Yono Yatini, kepada Media mengatakan, badai matahari yang terjadi Senin sore, 23 Januari 2012, termasuk tipe II.

“Tipe itu menandakan adanya gelombang kejut karena ada partikel matahari yang meloncat,” katanya (Rabu, 25/1)

LAPAN melaporkan bahwa dampak badai itu sudah sampai ke Bumi dan terasa di Indonesia. Lapisan ionosfera terganggu sehingga menimbulkan gangguan komunikasi radio pada 23 Januari sore.

LAPAN terus memantau kondisi matahari yang aktivitasnya kini menuju masa puncak badai matahari pada 2013 mendatang. Secara lebih pragmatis, Lapan menyiapkan peringatan dini ke pemerintah dan masyarakat terkait badai matahari dan dampaknya.

Masyarakat dihimbau tidak terlampau cemas, tetapi tetap terus mendapat semua informasi yang berguna dan proporsional.[Ki]

Berthy B Rahawarin

Berita Terkait :

  1. Korban Tewas Tsunami Mentawai 282 Orang
  2. Jusuf Kalla Selamat dari Tsunami Jepang
  3. Kabinet Yang Menuai Badai

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment