Mon, 7 January 2013

PetaPolitik.Com – Komunitas Panser Hooligans 1932, organisasi sayap dari kelompok suporter Panser Biru, menulis surat terbuka untuk Menteri Perdagangan Republik Indonesia Gita Wirjawan. Berikut isi surat tersebut seperti dilansir dari www.hooligans1932.com:

SURAT TERBUKA UNTUK GITA WIRYAWAN

Yang terhormat bapak Gita Wiryawan, Anda orang penting di republik ini. Bagian dari anggota kabinet dibawah pemerintahan yang sah pimpinan bapak Presiden SBY. Anda menteri yang sah, menteri yang legal, bukan menteri ilegal.

Kami sedih betapa kesibukan anda dalam menjalankan tugas-tugas di kementerian membuat anda ‘lepas kontrol’ dan ‘lupa memonitor’ kinerja kaki tangan anda yang mendapat mandat dari anda (Ancora Group) untuk berkontribusi dan berkiprah di cabang olahraga paling populer di Republik ini, yaitu sepakbola.

Kami senang Ancora Group sudah ikut berkontribusi membangun persepakbolaan ditanah air, yaitu dengan mendukung pembiayaan klub Arema Malang dan PSIS Semarang. Tetapi kami sedih ketika orang-orang yang anda percaya seperti Nur Tabusala menyelewengkan kepercayaan tersebut dengan cara mengarahkan klub PSIS yang dibiayai oleh Ancora mengikuti liga ilegal yang tidak berada dibawah yuridiksi FIFA, AFC dan PSSI.

Anda sibuk menjalankan tugas di kementerian, sehingga tidak memahami dengan jelas dinamika terkini sepakbola nasional di negeri ini, yaitu:

1) AFC dan FIFA telah memerintahkan kompetisi profesional harus di bawah yuridiksi PSSI. Hal ini ditegaskan dalam surat FIFA tanggal 9 Oktober 2012 kepada PSSI, dan surat tanggal 26 November 2012 ke Menpora. Di kedua surat itu AFC dan FIFA hanya mengakui PSSI sebagai federasi sepakbola yang sah di Indonesia, bukan yg lain.

2) KPSI dan ISL melalui gugatan nomor 2688 dan 2736 telah menggugat PSSI, AFC dan FIFA ke Peradilan arbitrase olahraga dunia (Court for Arbitration of Sport/CAS) di Swiss, Maret silam, meminta agar CAS mengakui keberadaan mereka, mengesahkan KLB Ancol dan menolak Kongres Tahunan PSSI. Dua gugatan ini ‘ditolak’ oleh CAS sehingga keberadaan mereka sudah tidak diakui oleh arbitrase internasional.

3) Semarang dikenal sebagai kota dengan suporter dan pengurus yang aktif menyuarakan reformasi sepakbola di Indonesia, melawan praktek pengaturan skor, mafia korupsi APBD dll. Tapi apa yang terjadi dengan PSIS setelah Ancora masuk justru lengket dengan sosok pengurus yang anti reformasi bahkan pernah dihukum seumur hidup oleh PSSI karena praktek korupsi dan pengaturan skor dalam diri Johar Lin Eng. Apakah hal ini yang diperjuangkan Ancora dengan membangun industri sepakbola via PSIS di Semarang?

4) KLB PSSI di Palangkaraya telah mengadopsi konsep unifikasi ISL dan IPL, tapi ini dilakukan dengan merujuk pada poin 1 s/d 3 di atas. Sekjen PSSI telah follow up dengan meminta ISL via PT LI agar menundukkan diri di bawah PSSI, artinya regulasi liga, perangkat pertandingan, Komdis, Komding, TMS/ITC pemain asing ikut domain PSSI. AFC dan FIFA tidak bisa memberi proteksi kepada para pemain PSIS apabila terjadi kasus sebagaimana menimpa Diego Mendieta, pemain Persis Solo versi DU PT LI.

Kami suporter di Semarang menyayangkan sikap Pak Gita yang seolah-olah menutup mata, sudah terbius dengan ulah tingkah para oknum mafia sepakbola Semarang dan Jawa Tengah, dan kami tentu saja akan melawannya dengan berbagai cara, karena kami menyayangi dan hormat dengan anda selaku pengusaha nasional dan menteri yg dikenal pro reformasi di tanah air.

Kami meminta anda segera mengambil tindakan agar membawa PSIS kami kembali ke kompetisi legal dibawah yuridiksi PSSI. Sungguh aneh jika seorang menteri yang menjadi bagian dari pemerintahan yang sah (legal) justru mendukung sebuah kompetisi yang ilegal. Kami mengetuk hati nurani dan akal sehat anda.

Kami hanya memulai dengan sebuah aksi kecil berupa menuliskan sebuah surat terbuka. Akan tetapi jika hati nurani anda belum terketuk, kami bersama teman-teman suporter siap menggalang aksi turun ke jalan untuk meminta perhatian dan kepedulian anda terhadap PSIS kami.

Salam Perubahan,

Komunitas Panser Hooligans 1932

Berita Terkait :

  1. Benarkah Gita Wirjawan Terlibat Kasus Century?
  2. Impor Gula Lagi, Gita Wirjawan sama seperti Marie Pengestu
  3. Soal Kentang, Gita Wirjawan Diprotes PKS

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment