Wed, 29 August 2012

PetaPolitik.Com – Sepanjang pesta demokrasi Pemilukada Jakarta digelar, baru kali ini isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar-Golongan) dibawa-bawa. Calon Wakil Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipersoalkan gara-gara keturunan Cina dan beragama Kristen. Apa yang salah dari Cina?

Lupakah kita bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: Carilah ilmu walaupun sampai ke Negeri Cina.

Apa yang salah dari agama Kristen? Bukankah semua agama mengajarkan kebajikan? Bukankah pemeluk agama Kristen telah menyatu sebagai Warga Negara Indonesia (WNI)? Dan, bukankah pemeluk agama Kristen telah berkontribusi besar dalam membangun Republik ini?

Lupakah kita bahwa:

  • Lagu Indonesia Raya yg merupakan lagu kebangsaan kita dikarang oleh orang Kristen? Namanya Wage Rudolf Supratman.
  • Lupakah kita bahwa Tugu Selamat Datang yang menggambarkan sepasang laki-laki dan perempuan di Bundaran Hotel Indonesia, didesain oleh orang Kristen? Namanya Henk Ngantung yang juga merupakan pembuat sketsa lambang DKI Jakarta yang akhirnya menjabat sebagai Wakil Gubernur  Jakarta masa jabatan 1960 – 1964.
  • Lupakah kita bahwa akhirnya Henk Ngantung diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Gubernur Jakarta masa jabatan 1964 – 1965.
  • Lupakah kita bahwa Masjid Istiqlal yang merupakan masjid termegah se-Asia Tenggara, diarsiteki oleh orang Kristen? Namanya Fredrerich Silaban.
  • Lupakah kita, bahwa pengarang kamus bahasa Arab Munjid yang banyak digunakan oleh orang-orang Islam, adalah orang Kristen? Namanya Louis Ma’luf. Bahkan tidak sedikit santri-santri pesantren, kyai-kyai dan para mahasiswa Muslim meletakkan buku tersebut di rak bersebelahan dgn Al-Quran, kitab-kitab tafsir, hadits dan buku2 agama lainnya

Mengapa mendadak kita menjadi pelupa? tanya kenapa?? …. [*]

Berita Terkait :

  1. Jokowi, Pilkada Jakarta dan Kepedihan Warga Solo
  2. PAN Dukung Panwaslu soal Isu SARA Pemilukada DKI
  3. Sibuk Mikir Isu SARA, Jokowi Gelar Donor Darah

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment