Thu, 10 May 2012

PetaPolitik.Com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berhenti untuk menguak sponsor dibalik beredarnya 480 cek pelawat kepada Anggota DPR RI periode 1999-2004.

Setelah kemarin Pengadilan Tipikor menvonis terdakwa Nunun Nurbaeti dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara, kini KPK serius menggali informasi untuk mengejar sponsor cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI 2004.

Hari Kamis (10/05), KPK berencana memanggil beberapa saksi terkait kasus tersebut. Saksi-saksi tersebut antara lain Udju Djuhaeri (Mantan Anggota DPR RI), DR.Hartadi A. Sarwono, MA (Deputi Gub. BI), serta Ritje Selamet dan Lini Suparni (Swasta). Keempat orang tersebut diperiksa sebagai saksi.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan KPK akan menjadikan vonis Nunun bahan untuk menyelesaikan kasus ini.

“Vonis ini sangat berati buat KPK untuk menyelesaikan kasus suap dengan penyidikan,” kata Johan, Rabu (09/05).

Johan menambahkan, dalam waktu dekat juga KPK akan memanggil tersangka kunci, Miranda S. Goeltom.”Dalam waktu dekat akan memeriksa Miranda S. Goeltom sebagai tersangka,” tambah Johan.

Miranda disebut-sebut sebagai tokoh kunci untuk menguak kasus cek pelawat setelah Nunun Nurbaeti mengaku tidak tahu siapa sponsor cek pelawat tersebut.

Dalam pemilihan Deputi Gubernus Senior BI tahun 2004, Miranda terpilih menjadi pemenang. Dia diduga pemberikan cek pelawat untuk mengarahkan suara Anggota DRP untuk memilihnya.[lur]

Berita Terkait :

  1. KPK Tetapkan Miranda Gultom Tersangka Kasus Suap Cek Pelawat
  2. KPK Belum Temukan Siapa Penyandang Dana Cek Pelawat
  3. Usai Disidik, Miranda Bakal Ditahan Secepatnya

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment