Fri, 12 October 2012

PetaPolitik.Com – Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yusril Ihza Mahendra menilai bukan Denny Indrayana lah yang seharusnya menjelaskan terkait Grasi Presiden terhadap beberapa gembong narkoba yang berstatus terpidana.

“Sekarang banyak sekali Presiden mengubah hukuman, ini ada apa? ini alasannya harus diungkap dari mulut presiden, bukan Denny Indrayana yang nggak jelas itu,” ujar Yusril saat dihubungi wartawan, Jumat (12/10).

Yusril juga mempertanyakan komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menggembar-gemborkan pemberantasan narkoba di Indonesia beberapa waktu silam. Yusril pun menilai Presiden mengingkari janjinya itu.

“Pada prinsipnya dia mengingkari apa yang diucapkan sendiri, pada peringatatan hari anti narkoba tahun 2007, Presiden menegaskan komitmen pemerintah melawan narkoba, dan menjelaskan bahwa Presiden tidak pernah memberi pengampunan pada kasus narkotika,” kata Yusril.

Terkait fakta yang ada, Yusril mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk membuat pernyataan Presiden tahun 2007 lalu menjadi kenyataan.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sudah kami lawan di pengadilan TUN dan ditolak. Kami kecewa, tapi apa boleh buat. Kalau sekarang ini ada grasi lagi, kita tidak tahu lagi alasan Presiden,” kata Yusril.

Sebelumnya, Presiden memberikan grasi kepada Ratu Mariyuana asal Australia, Corby Shapelle dengan memotong masa hukuman selama 5 tahun.

Belum lama ini didapati pula, bahwa Presiden juga memberikan grasi kepada Deni Setia Maharwan alias Rapi Muhammad majid dan Melika Pranola alias Ola alian Tania, terpidana narkoba dari hukuman mati menjadi pidana seumur hidup.[trb/bnt]

Berita Terkait :

  1. PKS Sesalkan Pemberian Grasi untuk Gembong Narkoba
  2. Yusril: SBY tak Paham Prosedur Pemerintahan
  3. Yusril Versus Amir, Kaban Versus DL Sitorus

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment