PetaPolitik.Com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penyidikan kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) 2010. Seperti hari ini, Rabu (18/4/2012), lembaga ad hoc pimpinan Abraham Samad tersebut kembali melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Wa Ode Nurhayati.
Terpantau, politisi PAN Wa Ode datang sekitar pukul 11.05 WIB di Kator KPK, Jakarta. Ia mengaku sedang dalam keadaan baik dan siap untuk menjalani pemeriksaan hari ini.
“Baik. Alhamdulillah,” kata Wa Ode saat disapa wartawan sebelum menjalani pemeriksaan, Rabu (18/4).
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Wa ode dan pengusaha Fahd Arafiq sebagai tersangka. Keduanya dicegah keluar negeri oleh KPK bersama dua orang saksi, Haris dan staf Wa Ode bernama Sefa Yolanda.
Wa Ode diduga telah menerima suap sebesar Rp 6,9 miliar dari Haris Surahman, kader Partai Golkar lainnya.
Uang itu disebut milik Fadh yang diberikan oleh Haris kepada Wa Ode melalui stafnya, Sefa Yolanda, serta seorang lagi bernama Syarif Achmad. Uang tersebut dikirim ke rekening Bank Mandiri sebanyak sembilan kali transfer pada 13 Oktober sampai 1 November 2010.
Uang ditransfer sekali sebesar Rp 1,5 miliar, dua kali sebanyak Rp 1 miliar, empat kali transfer Rp 500 juta, dan dua kali sebesar Rp 250 juta.
Pemberian uang tersebut dimaksudkan agar Fadh dan Haris mendapatkan proyek pada tiga kabupaten di Aceh, yaitu Aceh Besar, Pidie Jaya, dan Bener Meriah, serta Kabupaten Minahasa di Sulawesi Utara.
Deal yang terbangun, Wa Ode akan memperjuangkan daerah itu agar masing-masing mendapatkan alokasi anggaran DPID sebesar Rp 40 miliar.
Namun belakangan, pada penetapan daerah penerima DPID, hanya dua kabupaten yang diakomodasi, Aceh Besar sebesar Rp 19,8 miliar dan Bener Meriah Rp 24,75 miliar. Fadh dan Haris kemudian menagih Wa Ode agar mengembalikan uang itu.
Kendati demikian, Wa Ode juga mengatakan, pimpinan Banggar DPR Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, ikut bermain dalam kasus PPID ini. Wa Ode juga menduga kalau kasus yang menjeratnya merupakan skenario kader-kader Partai Golkar.
“Saudara Haris (Surahman) kader dari tempat yang sama, saudara Fahd kader dari tempat yang sama, saudara Mekeng dari tempat yang sama, saudara Nudirman kader di tempat yang sama. Kawan- kawanlah yang tafsirkan sendiri,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Adapun Haris, Fahd A Rafiq, Nudirman Munir, dan Mekeng yang disebut Wa Ode itu merupakan kader Partai Golkar. (Edwin Firdaus).[tb/lur]
Berita Terkait :
- KPK Kembali Periksa Wa One Nurhayati
- KPK Bakal Periksa Wa Ode Nurhayati Lagi
- Pagi Ini, Menpora Diperiksa KPK


0 Comments
You can be the first one to leave a comment.