Wed, 8 August 2012

PetaPolitik.Com – Integritas pemimpin merupakan faktor penting pertimbangan masyarakat dalam memberikan dukungan politik.

Dan bila calon pemimpin tersangkut kasus hukum, atau melakukan penyalahgunaan wewenang, bisa-bisa menjadi hukuman berat untuk elektabilitas.

Pernyataan tersebut disampailan R Siti Zuhro, peneliti politik senior LIPI, menyusul adanya desakan agar KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyelidiki temuan pelanggaran penyalahgunaan anggaran daerah yang dilakukan pasangan Fauzi ‘Foke’ Bowo. Foke juga mencalonkan diri sebagai cagub DKI untuk kali kedua.

“Kasus-kasus pelanggaran yang dilakukan para calon akan menimbulkan kekurangan percayaan publik kepada calon. Isu integritas akan mengurangi kepercayaan publik dan ini bisa menurunkan dukungan politik warga terhadap calon,” ujar Siti Zuhro kepada wartawan, Jakarta, Selasa (7/8).

Namun, walau pengusutan kasus dugaan korupsi kemungkinan bisa dianggap tendensius saat Pilkada, Siti tetap menganjurkan agar dilakukan pemeriksaan secepat mungkin.

“Kasus pelanggaran pilkada yang sudah masuk ke Panwaslu/KPUD seharusnya ditindaklanjuti oleh penegak hukum agar tidak ada pengulangan pelanggaran. The sooner the better penuntasannya, agar memberi efek jera terhadap pelanggar,” jelasnya.

Sebab bila didiamkan, pembenahan kualitas hukum di Indonesia tidak akan mengalami perubahan.

“Bila kualitas penegakan hukum kita masih seperti ini, sulit diharapkan proses hukum berlangsung adil. Karena itu, publik harus terus mengawal dan mendorong agar penegak hukum bekerja profesional dan adil,” pungkasnya.[lur]

Berita Terkait :

  1. KPK Janji Usut Dugaan Korupsi Rektor UI
  2. Ruhut: Thanks KPK, Sudah Usut Korupsi Al Quran
  3. Demokrat Tak Campuri Kasus yang Menimpa Hartati Murdaya

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment