Tue, 28 February 2012

PetaPolitik.Com – Terkait dengan RUU Pemilu, soal ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) Rapat Panitia Kerja (Panja) belum berhasil menyepakait soal poin ini.

Menurut anggota Panja RUU Pemilu, Nurul Arifin, masing-masing anggota Panja masih pada pendapatnya masing-masing.

“Masing-masing anggota Panja masih bersikukuh dengan pendapatnya sehingga belum ada kesepakatan. Semua alasan akademis sudah dikemukakan sejak awal, dan itu sudah cukup untuk mengambil sikap sebenarnya,” kata anggota Fraksi Partai Golkar ini, Selasa (28/2).

Nurul menambahkan soal PT ini diperlukan keputusan politik agar tidak terus berputar pada pendapatnya masing-masing padahal studi akademis dan mendengarkan pendapat dan masukan berbagai kalangan sudah dilakukan.

“Golkar tetap berpendapat, belum ada alasan yang terlalu kuat untuk meruntuhkan keyakinan akademis, termasuk riset Mainwaring, bahwa efektivitas pemerintahan dalam sistem presidensial harus berkombinasi dengan sistem dua partai atau multipartai sederhana. Karena kompatibilitas sistem presidensial dan multipartai sederhana akan mampu mengefektifkan sistem pemerintahan,” tutupnya.[JuP]

Berita Terkait :

  1. Wiranto Bicara Soal Pilpres 2014 dan Parliamentary Threshold
  2. PPP: Parliamentary Threshold Idealnya Nol Persen
  3. Soal Ambang Batas, Golkar Tetap Ingin 5 Persen

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment