Tue, 10 April 2012

PetaPolitik.Com – Rutan di kantor KPK telah selesai dibangun dan mulai difungsikan. Mindo Rosalina Manulang, terpidana kasus suap wisma atlet yang tengah dititipkan di KPK, menjadi penghuni pertama dari rutan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Rosa tidak lagi berada di lantai delapan gedung KPK. Mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri ini ‘diturunkan’ ke lantai basement, tempat rutan KPK berada, sejak beberapa waktu yang lalu.

Jubir KPK Johan Budi membenarkan rutan KPK memang telah berpenghuni. Namun dia mengaku tidak mengetahui siapa yang mengisi rutan itu.

“Sudah siap untuk huni, mungkin sekarang saja sudah ada penghuninya. Tapi siapanya saya cek dulu,” tutur Johan di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Selasa (10/4/2012).

Rosa dititipkan untuk sementara di KPK atas permintaan LPSK. Hal itu terkait adanya ancaman kepada mantan bawahan M Nazaruddin itu di Lapas Pondok Bambu.

Ruang tahanan KPK ini berada di lantai basement Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Luasnya mencapai 80 meter persegi, terdiri dari tiga kamar tahananyang masing-masing berukuran 3,1 x 3,5 meter.

Total uang yang dikeluarkan KPK untuk rutan tersebut hanya sebesar Rp 20 juta. Pengeluaran dapat ditekan sedemikian kecil karena banyak mengoptimalkan properti bekas seperti kasur dan ranjang milik penyidik.

Selain itu, minimnya pengeluaran KPK untuk membangun rutan ini juga karena lembaga antikorupsi tersebut tinggal melakukan renovasi, bukan membangun dari awal. Ruang gudang yang ada di basement, disulap menjadi tiga kamar rutan, tiga toilet plus satu ruang tengah.

Ketika wartawan diberi kesempatan untuk meninjau terlihat, pada masing-masing kamar rutan, hanya dilengkapi sebuah tempat tidur dan sebuah meja. Untuk kelancaran sirkulasi udara, dipasang exhaust fan di dinding. Ada pula satu unit pendingin ruangan yang dipasang di luar kamar tahanan.

Untuk persoalan keamanan, rutan khusus tahanan KPK ini dilengkapi CCTV di setiap sudutnya. Petugas keamanan, kata Johan, berjaga selama 24 jam. Para petugas rutan, lanjutnya, akan memastikan para tahanan tidak membawa fasilitas komunikasi maupun fasilitas tambahan lain seperti kulkas atau televisi dan laptop.

Tenaga security akan dikoordinasikan dengan lembaga terkait seperti Kementerian Hukum dan HAM serta Kepolisian. “Di KPK ada tiga tipe pengamanan, pengamanan dalam, pengawal tahanan, ada polisinya, ada brimob. Kalau pengamanan ekstra, kita bisa minta ke brimob,” katanya.[dt/lur]

Berita Terkait :

  1. KPK Mungkin Periksa Nunun di Rutan Pondok Bambu
  2. KPK Benarkan Ancaman Orang Nazaruddin terhadap Mindo
  3. Tak Ada Fasilitas Khusus buat Nunun

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment