Tue, 15 July 2014

Petapolitik.com – Quick Count atau perhitungan cepat yang dilakukan RRI menjadi polemik terkait dengan status RRI sebagai Badan Usaha Milik Negara.

Direktur RRI Niken Rosalita Widiastuti menegaskan hitung cepat atau quick count yang dilakukan lembaganya pada Pemilu 2014 adalah independen dan bebas dari pengaruh pihak luar.

Dalam rilis yang dikeluarkan RRI pada Selasa (15/7), Niken mengatakan hitung cepat yang dilakukan Pusat Penelitian Pengembangan, Pendidikan dan Latihan (Puslitbangdiklat) RRI bebas dari pengaruh pihak luar karena seluruh pembiayaan menggunakan anggaran Puslitbangdiklat Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI.

Niken menjelaskan LPP RRI dalam rangka Pemilu 2014 menyelenggarakan program radio pemilu 2014, salah satunya adalah Quick Count. Penyelenggara hitung cepat tersebut adalah Puslitbangdiklat RRI yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan survei, penelitian, pendidikan, pelatihan dan pengembangan peran LPP RRI.

Niken menjelaskan hitung cepat metode Multistage Random Sampling yang dilakukan Puslitbangdiklat RRI bertujuan untuk memberikan layanan informasi yang obyektif kepada publik. Informasi yang diberikan tersebut didasarkan pada kaidah keilmuan dengan mengedepankan nilai-nilai netral dan independen, tanpa pretensi dan tanpa keberpihakan dengan capres-cawapres manapun.

Dia mengatakan penyelenggaraan hitung cepat oleh Puslitbangdiklat RRI telah mendapat ijin dari KPU melalui sertifikat KPU nomor 035/LS-LHC/KPU-RI/II/2014 yang ditandatangani Ketua KPU pada bulan Februari 2014.

Menurut dia, hitung cepat yang dilakukan lembaganya Puslitbangdiklat RRI pada Pemilu Legislatif memiliki tingkat keakurasian yang tinggi mendekati hasil penghitungan nyata oleh KPU, yakni di bawah toleransi kesalahan 1 persen. Kinerja Quick Count RRI tersebut ujar Niken telah diapresiasi oleh Komisi I DPR RI dan banyak pihak lainya.

Selain hitung cepat menurut Niken, Puslibangdiklat RRI juga menyelenggarakan Exit Poll dan News Feeding (berita dari TPS amatan). Bahkan sebelum Pemilu Legislatif ujar dia, Puslitbangdiklat menyelenggarakan survei pra-Pemilu untuk mengetahui persepsi publik terhadap Pemilu dan persepsi publik terhadap siaran Pemilu RRI.

Niken menegaskan hasil hitung cepat Puslitbangdiklat LPP RRI hanya digunakan sebagai referensi karena hasil yang pasti adalah dari Real Count Komisi Pemilihan Umum. [Ant]

Berita Terkait :

  1. Kata Hatta, Quick Count Bukan Penentu Pemenang Pilpres
  2. Quick Count Bukan Penentu Kemenangan Capres
  3. Ini Alasan Mengapa RRI Mendapat Kritik Karena Ikut Quick Count

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment