Thu, 3 July 2014

Petapolitik.com – Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas  Parahyangan, Bandung, Jawa Barat, Asep Warlan Yusuf menyayangkan sikap elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang membiarkan anak buahnya melakukan tindakan intimidasi.

Asep menilai sikap reaktif Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar terhadap PKS tidak masuk akal. Apalagi, pengepungan kantor TV One yang dilakukan oleh anggota saya PDIP dinilai mengancam kehidupan demokrasi dan kebebasan pers. Apalagi, kedua elite partai ini seolah memprovokasi masyarakat untuk kepentingan kelompok mereka.

”Coba saja, hanya celotehan yang semua orang tahu maksudnya, masa mau mengepung kantor partai. Ini kan tidak benar dan terlalu mengada-ada. Ini memang masa pemilu dan sensistif, tapi juga tidak harus berlebih-lebihan. Masak gara-gara berkicau di twitter terus kantornya dikepung? Balas balik dong dengan twitter. Ini twitter dibalas pengepungan,” ujar Asep kepada wartawan, Kamis (4/7).

Menurut Asep, sikap otoriter dan intimidasi seperti ini justru berbahaya. Bila dua partai yang mengusung capres dan cawapres Jokowi-JK ini menang bisa saja berbahaya bagi sistem demokrasi Indonesia yang berjalan selama ini. Karena celotehan di media sosial diperpanjang dengan aksi kekerasan.

Asep justru mengimbau agar PDIP dan PKB agar tidak terlalu reaktif menghadapi pemberitaan di media massa atau pun di jejaring sosial.

“Kalau sempat jadi presiden, twitteran salah satu pejabat kemenlu Australia terhadap SBY, bisa perang Indonesia-Australia,” katanya.

Ia juga meminta pihak kepolisian turun tangan menyelesaikan persoalan ini. PKB dan PDIP menurutnya harus menjelaskan apa tujuan dari tindakan anarkis seperti itu.

“Saya rasa Polisi harus memanggil kedua elite partai ini untuk menjelaskan maksud perintah dan ancaman pengepungan yang mereka lontarkan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, sekelompok massa PDIP menyegel kantor TV One di Yogayarta. Tak hanya itu, massa juga mencoret-coret kantor tersebut. Sementara itu, kantor pusat TV One yang berada di Pulo Gadung, Jakarta Timur juga didatangi sekelompok massa yang menyebut dari dari Repdem, organisasi sayap PDIP. Mereka memprotes pemberitaan TV One mengani PKI yang berada dalam organisasi PDIP. [Trg]

Berita Terkait :

  1. PDIP dan PKB Dianggap Ingin Bangun Rezim Tirani
  2. Nurul Arifin Sesalkan Serangan PDIP ke Kantor TV One
  3. Surya Paloh Panggil Nama Ketum PDIP Rachmawati

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment