Fri, 11 July 2014

Petapolitik.com – Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Agung Suprio mengkritik sikap arogan beberapa lembaga survei yang merasa paling benar dalam menghitung hasil perolehan suara di Pilpres kemarin, Rabu (9/7).

Menurutnya, seluruh lembaga survei seharusnya menghormati proses perhitungan suara yang tengah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan menunggu hasil keputusannya yang akan diumumkan 22 Juli 2014 mendatang.

“Pernyataan Burhanudin yang mengatakan real count KPU salah jika berbeda hasilnya nanti, ini kan arogan. Lagipula, real count kan belum sampai 100 persen sampai saat ini,” ujar Agung, Jumat (11/7).

Sebagaimana diketahui, Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi mengklaim hasil hitung cepat lembaganya paling benar. Ia bahkan menyebutkan KPU pasti salah hitung bila ternyata hasil perhitungannya berbeda dengan dirinya.

Burhanudin dalam hitung cepatnya memenangkan pasangan Jokowi-JK dengan perolehan suara 52.95 persen. Sementara pasangan Prabowo-Hatta hanya memperoleh suara 47,05 persen.

“Kalau hasil hitungan resmi KPU nanti terjadi perbedaan dengan lembaga survei yang ada di sini, saya percaya KPU yang salah dan hasil hitung cepat kami tidak salah,” kata Burhan. [Trg]

Berita Terkait :

  1. Bawaslu Minta Survei dan Jajak Pendapat Diredam Sementara
  2. Lembaga Survei Tidak Bertanggung Jawab Terhadap Hasil Survei
  3. Prabowo Yakin Menang Dari Hasil Hitung Lembaga Survei

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment