Tue, 10 June 2014

Petapolitik.com – Pakar Perumahan Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Budi Prayitno, menyayangkan belum ada pasangan capres – cawapres yang memiliki program konkrit perumahan rakyat. Terlebih hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurutnya ada 15 juta masyarakat di Indonesia yang tidak mempunyai hunian atau rumah. Kedua pasangan, Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dan Joko Widodo – Jusuf Kalla dinilai tidak peka terhadap masalah di sektor perumahan.

“Kita sudah tidak peka lagi mengenai 15 juta orang backlog hingga akhir tahun,” ujar Kepala Pusat Kajian Permukiman dan Perumahan UGM itu dalam diskusi (capres-cawapres) Visi dan Misi calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) mengenai sektor perumahan di Jakarta, Selasa (10/6).

Budi menambahkan, capres-cawapres belum memiliki langkah konkret untuk mengatasi masalah kepemilikan rumah bagi MBR. Pemerintah juga belum memiliki cetak biru mengenai permasalahan kepemilikan rumah bagi seluruh masyarakat.

“Saya berharap, pemerintah yang akan datang melakukan interfensi mengenai perumahan. Negara harus adil dan menjamin seluruh masyarakatnya mengenai kepemilikan rumah,” ungkapnya.

Sementara itu tim sukses Prabawo-Hatta, Harry Azhar Aziz mengatakan jika menang, pasangan ini akan mendirikan 2.000 tower rusun di seluruh Indonesia. Rusun menjadi salah satu solusi penyediaan rumah bagi MBR.

“Anggaran kepada Kementerian Perumahan Rakyat akan ditambah,” kata Harry, yang juga wakil ketua DPR RI Komisi XI.  [Ak]

Berita Terkait :

  1. Pengamat Minta Capres Cawapres Tidak Bawa Isu Agama
  2. Ini Jadwal Pemeriksaan Kesehatan Capres-Cawapres
  3. Istri Gus Dur Restui Capres-Cawapres Yang Sowan

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment