Mon, 23 June 2014

Petapolitik.com – Nurul Arifin, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar meminta KPU dan Bawaslu untuk melakukan rapat kerja terkait persiapan Pilpres.

Menurut Nurul, rapat kerja perlu segera dilakukan seiring dengan kian maraknya kampanye hitam dan perlakuan tidak semestinya pada capres tertentu.

“Melihat perkembangan cara-cara kampanye yang semakin tidak sehat, dengan maraknya black campaign dan perlakuan diskriminatif pada capres tertentu di beberapa daerah,” kata Nurul di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (23/6).

Ia mencontohkan, saat Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah, ada perlakuan diskriminatif terhadap capres tertentu.

Kasus di Jateng, ujarnya, saat Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja terkait pilpres pada hari Jumat (20/6). Atribut di daerah tersebut didominasi oleh salah satu calon. Di sisi lain atribut calon lainnya sangat minim dan kalaupun ada sudah dirusak.

“Maka dengan alasan tersebut, kami meminta KPU dan Bawaslu untuk rapat kerja dengan DPR. Harapan kami agar pilpres dapat terlaksana dengan aman, tanpa intimidasi dan berintegritas. Dan juga persiapan pemungutan dan penghitungan suara pilpres. Agar sistem berjalan dengan baik tanpa ada kecurangan,” pungkas Nurul. [Ant]

Berita Terkait :

  1. Nurul: Komposisi Anggota KPU Terpilih, Ideal!
  2. Nurul: Revisi UU KPK Seharusnya Tidak Ditarik dari Prolegnas
  3. Nurul: Ical Miliki Tiga Modal Penting Sebagai Capres

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment