Mon, 23 June 2014

PetaPolitik.com- Dalam debat Capres ketiga, Minggu (22/6), ada satu teknologi yang terus menerus disebut oleh Capres nomor urut dua yaitu Joko Widodo, kejanggalan yang harus dipertimbangkan oleh masyarakat Indonesia adalah kita tidak mempunyai satelit.

Menurut Jajat Nurjaman, Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), teknologi drone akan berbahaya untuk Indonesia jika satelit kita menumpang kepada negara lain.

“Drone adalah teknologi tingkat tinggi yang mengharuskan sebuah negara mempunyai satelit sendiri, karena sebuah drone tidak akan efektif jika digantungkan kepada satelit negara lain. Bayangkan jika data yang didapat oleh Drone Indonesia bisa dilihat oleh negara yang mempunyai satelit, bahkan mereka bisa saja menggunakan Drone tersebut untuk menyerang Indonesia, mencuri data intelijen kita.”, tegas Jajat

Jajat lanjut menjelaskan, Jokowi harusnya pikir panjang sebelum mengusung sebuah teknologi, Jajat juga berkeyakinan langkah Prabowo Subianto mengangkat topik penjualan Indosat ke Singapura lalu Qatar, adalah karena ia mengetahui betapa berharganya satelit tersebut untuk Indonesia.

“Jika betul Jokowi ingin mewujudkan teknologi drone di Indonesia, ia harus tahu konsep Drone secara detil, daripada kita konsentrasi membangun teknologi drone, lebih baik kita konsentrasi mengambil kembali Indosat, Prabowo terlihat mengerti betul tentang fenomena ini, ia layak mendapat apresiasi.”, ujar Jajat.

Berita Terkait :

  1. NCID: Elektabilitas Jokowi-JK Menurun
  2. KPK Pertimbangkan Punya Penyidik Sendiri
  3. Kalau Tak Punya Milyaran Jangan Ngimpi Punya Partai

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment