PetaPolitik.Com – Pemimpin Indonesia harus mengamalkan nilai Pancasila, terutama sila ke-4, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
“Pemimpin negara harus melaksanakan sila ke-4. Bangsa kita perlu dipimpin oleh pemimpin yang punya hikmah, jadi ketika Alquran berada di ataskepalanya ia akan melaksanakan janjinya. Tidak akan ada kasus century, hambalang, BLBI dan kasus lainnya,” ujar Adhyaksa Dault dalam kotbah Idul Fitri di halaman Mako Brimob, Kelapa Dua, Minggu (19/8).
Saat ditemui usai memberikan khutbah Idul Fitri, Adhyaksa mengatakan bahwa seorang pemimpin memang harus memiliki ketakwaan dan hikmah.
“Kalau pemimpin punya hikmah, ketika dia memimpin di semua strata, dia gak akan memakan uang haram walaupun sedikit, karena dia tau akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak,” ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.
Soal Hambalang sendiri, Adhyaksa mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk membongkar kasus yang sempat mencuatkan nama mantan bendahara Parta Demokrat, M. Nazaruddin. Itu.
“Saya serahkan kepada pemerintah, wallahualam, biar KPK yang urus,” ujar Adhyaksa.
Adhyaksa melanjutkan, ditengah kondisi negara saat ini memang dibutuhkan pemimpin yang mengedepankan ketakwaan dan hikmah dalam segala tindakannya.
“Intinya itu, kita ingin pemimpin yang punya hikmah,” pungkas Adhyaksa. [lur]
Berita Terkait :
- Dicerca KPK, Saksi Hambalang Lindungi Menpora?
- Nazaruddin: Menpora Turut Nikmati Duit Hambalang
- Menpora Tetap Yakin Dirinya Tak Terkait Hambalang


0 Comments
You can be the first one to leave a comment.