Mon, 23 June 2014

Petapolitik.com – Sikap tidak taat aturan kerab ditunjukkan oleh calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo sepanjang musim kampanye 2014 ini.

Kemarin, Minggu (22/6), Jokowi mengadakan kegiatan kampanye di pelataran Monumen Nasional (Monas). Disana, tim sukses Jokowi memasang panggung besar dengan foto Jokowi-JK bertulisakan ‘Gerak Jalan Revolusi Mental Bersama Joko Widodo’. Tak hanya itu, Jokowi juga memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) dengan acara ‘Gerak Jalan Revolusi Mental’ dari Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke Monas.

Dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 1389/07.17 tanggal 18 Juli 2008 tentang Lokasi-lokasi Larangan Pemasangan Alat Peraga Kampanye dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Nomor 39 Tahun 2013 Tentang Ketentuan Lokasi Kampanye dan Pemasangan Alat Peraga Kampanye di DKI Jakarta pada Pemilu 2014. Tertulis jelas bila kawasan Monas, Medan Merdeka Selatan, kawasan protokol dilarang keras digunakan sebagai area kampanye.

“Area tersebut tidak bisa digunakan sebagai tempat kampanye karena termasuk dalam White Area. Sangat dilarang keras,” ujar Ketua KPU DKI Sumarno, Senin (23/6).

Menurutnya, siapapun pasangan capres dan cawapres yang melanggar aturan tersebut harus dikenakan sanksi. “Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus turun tangan. Harus ada sanksi,” tandasnya. [Trg]

Berita Terkait :

  1. Didepan Santri Jokowi Bicara Pentingnya Revolusi Mental
  2. Melanggar Jadwal Kampanye, Bawaslu Panggil Jokowi-JK
  3. Slank dan Trio Lestari Gelar Konser Gratis untuk Jokowi-JK

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment