Wed, 16 July 2014

Petapolitik.com – Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Idy Muzayad mengatakan masyarakat membutuhkan hasil hitung cepat atau quick count Pemilu Presiden.

Kata Idy, anomali hitung cepat juga tidak bisa dibendung. Aturan yang diberlakukan dalam proses ini akan berakhir di Mahkamah Konstitusi.

“Jadi kami minta penayangan quick count itu secara berlebihan dengan berpegang kepada kepentingan publik,” kata Idy saat diskusi bertema Meluruskan Quick Count di Media Center Bawaslu, Jakarta, Rabu (16/74.

Menurutnya, masyarakat menengah ke bawah sulit menerima perbedaan hasil hitung cepat antara kubu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.

Namun, ia menjelaskan bila penayangan hitung cepat mulai menurun di media televisi. Katanya, langkah tersebut merupakan langkah maju bagi kedua belah pihak sama-sama menehan diri menjelang penghitungan resmi (real count) di KPU pada 22 Juli mendatang.

“Akan sangat bagus kalau sekarang (media) fokus ke real count yang dilakukan KPU. Itu saja dipantau, ketahuan, dari pada ekspose terus perbedaan quick count,” pungkasnya. [Trg]

Berita Terkait :

  1. Sanksi Bagi Stasiun TV Yang Siarkan Hasil Hitung Cepat Tanpa Aturan
  2. Kata Ketua DPR Soal Hasil Hitung Cepat
  3. Mahfud Persilakan Persepsi Audit Hasil Hitung Cepat

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment