Fri, 16 March 2012

PetaPolitik.Com – Nama Walikota Solo, Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi mencuat sebagai salah satu kandidat calon Gubernur DKI Jakarta yang kabarnya akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Jokowi dianggap sosok ideal sebagai pemimpin Jakarta karena memiliki rekam jejak cukup bagus sebagai Walikota Solo yang dianggap sebagai pemimpin yang bersih jauh dari unsur KKN serta sukses membenahi kota Solo.

Namun diluar itu ada yang menarik ketika nama Jokowi digadang-gadang sebagai salah satu kandidat Gubernur di Ibukota negara, yaitu apakah memang dia seorang yang amanah dengan meninggalkan jabatannya yang masih berlansung untuk maju di sebagai calon gubernur Jakarta?

Bukankah warga Solo memilihnya untuk menyelesaikan periode kedua masa jabatannya? dengan meninggalkan posisinya sebagai pimpinan di Solo sama artinya dengan meninggalkan atau menelantarkan kepercayaan dari masyarakat Solo?

Warga Solo bangga memiliki pemimpin seperti Jokowi tapi apakah Jokowi bangga menjadi pemimpin di Solo dengan meninggalkan kepercayaan yang telah disematkan kepadanya?

Mungkin seorang Jokowi berpikir pratis bahwa jika dirinya mendapatkan kesempatan memimpin Jakarta itu juga pekerjaan mulia demi masyarakat (yang lebih) banyak tapi meninggalkan luka dihati warga Solo apakah merupakan tindakan bijak?

Alangkah indahnya jika Jokowi tetap bersabar meneruskan pekerjaannya di Solo hingga masa baktinya tuntas, setelah itu silahkan berpikir soal Pilkada Jakarta (tahun 2017) atau mungkin mencoba maju sebagai calon gubernur Jawa Tengah pada tahun 2015 mendatang.

Membaca tulisan BLONTANK POeR yang diunggah pada blognya dengan judul “Jangan Rebut Jokowi” menarik bahwa beliau ini menuliskan,”…Saya justru berharap teman-teman yang menyuarakan ‘Jokowi for DKI’ bisa mengerti, bahwa daerah pun perlu kehadiran orang seperti dia. Andaikan bersedia dicalonkan sebagai gubernur, barangkali Pak Jokowi biar di Jawa Tengah saja. Lebih mudah menata wilayah ‘Jawa’ sehingga pemerataan pembangunan merata di seluruh kabupaten/kota. Warga di semua provinsi berhak memperoleh kehidupan yang lebih baik, andai Pak Jokowi dianggap sanggup membenahi.”

Tulisan dari Pak Blontank ini bisa jadi merupakan jeritan sebagian warga kota Solo yang tidak rela seorang juragan Mebel yang sukses menjadi Pemimpin ‘dibajak’ daerah lain.

Jadi lebih Jokowi tetap maju sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari PDIP atau tetap menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai walikota Solo? cuma hati ‘bintang iklan’ mobil Esemka ini yang bisa menjawabnya……, wasalam.[*]

Tri Joko
Lahir dan besar di Solo

Anda ingin beropini? kirimkan tulisan anda ke: redaksi@petapolitik.com

Berita Terkait :

  1. Tak Direstui TK, Jokowi Santai
  2. PDIP Bidik Jokowi Sebagai DKI 1
  3. Dipilih PDIP, Joko Wi Siap Bangun Jakarta

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment