Tue, 7 August 2012

PetaPolitik.Com – Jokowi mengaku sangat prihatin dengan kampanye hitam dalam Pilgub DKI Jakarta yang dinilainya sudah semakin keterlaluan. Dia mengaku masih bisa bersabar ketika dia dan keluarganya mendapat berbagai teror secara pribadi, namun dia sudah sangat tersinggung ibu kandungnya dijadikan sasaran fitnah.

“Kalau ditanya tersinggung apa tidak, ya pastilah saya sangat tersinggung ibu saya difitnah-fitnah seperti itu. Padahal bapak dan ibu saya sudah menunaikan haji 12 tahun yang lalu. Tanyakan sajalah kepada ibu saya,” ujar Jokowi kepada wartawan di Solo, Selasa (7/8).

Sebelumnya, Jokowi mendengar desas-desus di tengah masyarakat bahwa ibu kandungnya seorang non-muslim. Tidak jelas, darimana dan siapa yang memunculkan isu tersebut.

Jokowi berharap kampanye-kampanye hitam yang memainkan isu-isu SARA seperti itu segera dihentikan. Dia berharap para politisi memberikan edukasi yang mendidik bagi rakyat dalam berpolitik.

Dalam Pilkada misalnya, seharusnya kampanye yang dilakukan adalah adu visi, misi, solusi, serta pendalaman masalah. Bukan dengan fitnah yang mendasar yang jelas-jelas berbohong.

Jokowi juga berharap pihak yang bersaing dalam Pilkada juga menghentikan teror-teror yang dilakukan terhadap lawannya. Dia mengaku beberapa kali mengalami teror terkait Pilkada kali ini, demikian juga keluarganya.

Dia hanya berpesan kepada keluarga untuk terus bersabar dan hingga saat ini belum berpikir untuk membawa kasus teror itu ke ranah hukum.

Lebih lanjut, Jokowi mengaku siap jika sewaktu-waktu Panwas DKI Jakarta memanggilnya untuk dimintai keterangan terkait pemeriksaan terhadap Rhoma Irama dalam kasus pernyataan bernuansa SARA yang dilakukan oleh artis senior musik dangdut tersebut.[dtk/lur]

Berita Terkait :

  1. Soal Kampanye Hitam, Jokowi Berpikir Positif
  2. Jokowi Optimalkan Kampanye Tatap Muka
  3. Ahok Jamin Dana Kampanye Halal

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment