Sun, 27 November 2011

PetaPolitik.Com – Rencana Pemerintah untuk mengimpor gula awal tahun depan, sekitar 300.000 ton hingga 500.000 ton dianggap telah menghancurkan harapan para petani untuk menuai kesejahteraan.

“Ini menghancurkan harapan akan keberpihakan pemerintah di sektor perdagangan terhadap kesejahteraan Petani,” kata anggota komisi IV DPR, Ma’mur Hasanuddin.

Ma’mur menganggap kebijakan impor yang dilakukan menteri perdagangan yang sekarang yakin Gita Wirjawan, ternyata sama saja dengan menteri sebelumnya, Marie Elka Pangestu ketika menjadi Menteri Perdagangan.

Penyesalan atas kebijakan Mendag pun, lanjutnya, bertambah ketika mengingat menteri perdagangan saat ini diperkuat oleh wakil menteri yang selama ini dikenal berpihak pada petani dan nelayan, tetapi tidak menunjukkan keberpihakan kepada petani.

Makmur pun meminta kepada pemerintah melalui Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Perdagangan agar meninjau ulang kebijakan impor gula yang dilakukan secara ritual tahunan di tiga bulan pertama tiap tahunnya.

“Cobalah pemerintah tidak impor gula, sebagai bukti berpihaknya pemerintah kepada petani. Kami yakin, akibat tidak impor gula, rakyat tidak akan kelaparan. Saatnya pemerintah menunjukkan keberpihakannya, jangan berpikir mencari keuntungan semata,” katanya.[rep/lur]

Berita Terkait :

  1. Soal Kentang, Gita Wirjawan Diprotes PKS
  2. Larangan Impor Garam, Dilema Garam Nasional

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment