Fri, 11 November 2011

PetaPolitik.Com – Dewan Pimpinan Partai Golkar menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai ladang pembantaian atau killing field. Disebut demikian selama KPK masih menganut tidak adanya SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan di semua kasus yang ditanganinya.

“Jadi orang yang masuk ke KPK, siapapun akan kena. SP3 di sana tidak ada. Jadi orang harus dikatakan salah. Apalagi semangatnya memidanakan orang,” ujar Ketua Bidang Hukum dan HAM Muladi kepada wartawan di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (11/11).

Mantan Gubernur Lemhanas ini mengaku tak takut disebut sebagai pendukung koruptor (Lembaga Pertahanan Nasional).

Muladi beralasan, azas praduga tak bersalah harus dipakai oleh KPK. Jika tidak ada, KPK sudah menerapkan presumption of kill.

Muladi mengaku jika memang salah silakan dihukum, kalau perlu dihukum mati.

Namun hak-hak orang tersebut juga harus dihargai. Muladi juga sanksi apakah benar mereka yang berperkara di KPK seratus persen bersalah.[tb/lur]

Berita Terkait :

  1. Golkar Bantah Rumor Fadel Pindah Nasdem
  2. Akbar Tandjung: Fadel Bilang Tidak Direshuffle
  3. Soal Papua, Ical Minta TNI & Polri Jangan Dihakimi

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment