Mon, 7 April 2014

Petapolitik.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI, Mohamad Sanusi meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mundur dari jabatannya. Pasalnya, pencalonan Jokowi sebagai calon presiden (capres) dari Partai Indonesia Demokrasi Perjuangan (PDIP) dinilai semakin menambah kesibukan Jokowi. Akibatnya banyak pekerjaan rumah DKI terbengkalai. Apa saja itu?

“Posisi sekretaris daerah (sekda) DKI masih Pelaksana Tugas (Plt). Masalah di Jakarta semakin berantakan,” ujar Sanusi kepada wartawan, Senin (7/4).

Selain itu, lanjutnya, kinerja Jokowi dalam memutuskan kebijakan pun semakin molor. Karena mantan Walikota Solo itu terlalu sibuk kampanye Pemilihan Umum Legislatif (Pileg). Belum lagi usai Pileg akan ada Pemilu Presiden (Pilpers). Kesibukan itu menurutnya akan membuat Jakarta semakin terlupakan.

“Kebijakan menjadi tersendat. Jakarta ini daerah khusus ibukota yang tak boleh satu jam pun tertunda kebijakannya,” tandasnya.

Sanusi juga menyayangkan dengan keputusan Jokowi untuk cuti saja. Mundur menurutnya keputusan yang terbaik bagi Jakarta. Karena saat ini banyak program dan kebijakan yang harus diputuskan. Apalagi yang mengendalikan Jakarta hanya Wagub yang tidak bisa mengambil keputusan.

“Gubernurnya cuti, Wagub tidak bisa memutuskan, Sekda pun tak dipilih,” ungkapnya.

Dia meminta agar Jokowi tidak menggunakan blusukan sebagai gubernur Jakarta untuk kampanye terselubung. Mundurnya Jokowi sebagai Gubernur DKI menurutnya akan menjadi contoh etika politik yang baik kepada publik.

“Contohlah Gita Wirjawan, mau jadi presiden mundur dari Menteri Perdagangan. Pak Ahok mau jadi Gubernur Jakarta dan mundur dari Bupati Belitung Timur. Hal itu harus dimiliki seorang Jokowi,” tandasnya. [Trg]

Berita Terkait :

  1. Jokowi & Ahok Resmi Pimpin Jakarta
  2. Gerindra Minta Maaf Kepada Masyarakat Jakarta
  3. Bamsoet Desak Amir Syamsuddin & Denny Indrayana Mundur

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment