Sat, 5 July 2014

Petapolitik.com – Audit laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menunjukkan Gubernur Joko Widodo tidak mengawasi bawahannya dengan baik selama hampir dua tahun menjabat.

BPK memberikan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) kepada Laporan Keuangan Pemprov DKI Jakarta tahun anggaran 2013 lalu dan nyaris disclaimer. Padahal, di era Gubernur DKI, Fauzi Bowo, laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta adalah Wajar Tanpa Pengecualian. Banyak temuan yang dinilai tidak wajar oleh BPK RI.

“Kalau berjalan baik seharusnya tidak WDP, seharusnya rapi. Padahal zaman Foke (Fauzi Bowo) WTP (Wajar Tanpa Pengeculian). Ini kan kemunduran, seperti tidak naik kelas,” ujar Fadli dalam diskusi “Kenapa Prabowo” di FX Plaza, Jakarta, Sabtu (5/7).

Dia akui, sempat membanggakan Jokowi saat menyokongnya pada Pilgub 2012. Kini, Fadli mengaku sangat kecewa dengan perubahan sikap mantan Walikota Surakarta itu. Temuan BPK RI, menurutnya, menjadi jawaban kemunduran era kepemimpinan Jokowi.

“Selama ini dibanggakan, tapi ternyata tak sesuai faktanya. APBD banyak temuan bermasalah. Soal e-budgeting dan e-purchasing ternyata omong kosong,” kata dia

Saat pihaknya melakukan penyelidikan lebih mendalam, ternyata banyak keggalan yang dialami Jokowi saat menjabat sebagai walikota di Surakarta.

“Saya baru belakangan baca, ternyata saat menjadi wali kota, laporan keuangannya ada hampir 150 temuan,” ujarnya. [Trg]

Berita Terkait :

  1. Ditanya Laporan PPATK, Foke Bilang Jangan Tanyalah
  2. Kecewa Dengan Jokowi, Warga Ciliwung Dukung Prabowo
  3. Jokowi: Fauzi Bowo Negarawan Sejati

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment