Thu, 15 December 2011

PetaPolitik.Com – Usai KTT Uni Eropa ternyata malah menimbulkan berbagai persoalan. Mulai dari Inggris yang tidak mau ikut-ikutan dalam aturan baru yang disepakati oleh negara-negara di kawasan Eropa termasuk negara bukan pengguna mata uang tunggal euro, ancaman lembaga pemeringkat utang yang akan melakukan downgrade negara-negara di kawasan itu, serta Amerika Serikat yang tidak akan membantu Eropa.

Inggris tampaknya tidak berniat ikut aturan baru karena membuat kebijakan anggaran yang dibuatnya harus berpatokan pada kepentingan bersama. Selain itu masih ada sanksi yang akan diterapkan bila kebijakan anggaran ternyata hanya menghasilkan defisit anggaran lebih dari tiga persen. Kondisi ini membuat Inggris tidak nyaman mengingat selama ini bisa berjalan sendiri tanpa terikat aturan bersama. Inggris merupakan negara kawasan Eropa yang tidak menggunakan mata uang tunggal euro.

Di sisi lain, dalam sebuah pertemuan rutin antara anggota parlemen dengan Federal Reverse terungkap bahwa Amerika Serikat tidak berniat menggelontorkan bantuan penanganan krisis Eropa. The Fed hanya akan  memotong setengah poin persentase dalam biaya dana darurat dolar untuk perusahaan keuangan luar negeri melalui jalur swap Fed. Diharapkan dengan kebijakan ini akan membantu Eropa meringankan krisis.

Selain itu beberapa lembaga pemeringkat utang seperti Fitch, Standar& Poor serta Moody’s sebelum pelaksanaan KTT Uni Eropa telah memberikan peringatan downgrade bagi negara-negara di kawasan itu bila hasil pertemuan tidak memberikan kepastian penanganan krisis. Bila terjadi downgrade terutama pada Jerman dan Perancis maka bisa dipastikan ekonomi kawasan Eropa akan rontok karena turunnya kepercayaan investor dalam berinvestasi.

Rabu (14/12) waktu setempat, secara mengejutkan Fitch melakukan penurunan rating terhadap lima bank utama di Eropa yang merupakan bank komersial dan grup perbankan. Dalam rilisnya, Fitch menurunkan peringkat dari Banque Federative du Credit Mutuel, Credit Agricole, Danske Bank, OP Pohjola Group  dan Rabobank Group.

Tindakan itu spontan membuat bursa di kawasan Eropa melorot cukup tajam. Tercatan indeks CAC 40 (Perancis) langsung berada di angka  2.976,17  turun sebanyak 102,55 poin ( -3,33%). Penurunan indeks di bursa Perancis ini termasuk yang paling dalam. Lalu diikuti indeks DAX (Jerman) pada angka 5.675,14 turun sebanyak  99,12 poin ( -1.72%). Kemudian indeks FTSE 100 (Inggris) pada angka 5.366,80 turun sebanyak 61,06 poin ( -1.12%).

Turunnya indeks bursa di kawasan Eropa serta sentimen negatif terhadap pemulihan ekonomi di kawasan itu telah membuat lantai bursa Amerika Serikat ikut bergoyang turun. Sudah tiga hari berturut-turut indeks bursa di negeri Paman Sam ini terus tergerus turun. Pada penutupan waktu setempat, indeks Dow berada pada 11.823,48 turun sebanyak 131,46 poin ( -1.10%), Nasdaq pada angka  2.539,31 melorot sebanyak 39,96 poin ( -1.55%) dan S&P 500 berada di angka 1.211,81 turun sebanyak 13,91 poin ( -1.13%).

Kondisi itu jelas membuat zona Eropa dalam posisi bahaya karena bila tidak ada perkuataan kawasan dipastikan Jerman dan Perancis yang selama ini menjadi penopang akan ikut goyah. Selama ini dua negara tersebut yang selalu menjadi inisiator bagi kawasan Eropa dalam menghadapi krisis utang. Bantuan hanya bisa berharap dari komitmen negara-negara di kawasan Eropa untuk melaksanakan apa saja yang menjadi kesepakatan bersama sesuai hasil KTT Uni Eropa kemarin.

Memang tidak mudah untuk melawan krisis utang tanpa ada bantuan dari negara-negara lain yang sebenarnya bisa mengakselerasi penyelesaian masalah itu. Amerika Serikat, Cina dan Jepang ternyata lebih suka menjadi pengamat dan komentator daripada ikut bersama menanggulangi krisis Eropa. Tiga negara ini tampaknya masih nyaman dengan prospek pasar di kawasan Asia yang lebih menjanjikan tenimbang kawasan Eropa yang sedang di ambang kebangkrutan. Jadi buat apa repot-repot membantu kalau tidak menguntungkan. (Leo)

Berita Terkait :

  1. Amerika Serikat Berkolaborasi Hadapi Krisis
  2. Krisis Eropa Bikin Amerika Ngeri!
  3. Bursa Dunia Memerah Menunggu KTT Uni Eropa

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment