Sat, 24 May 2014

Petapolitik.com. – Bakal cawapres Jusuf Kalla menggelar sayembara berhadiah uang tunai Rp 1 miliar. Siapa yang bisa membuktikan tuduhan korupsi Jusuf Kalla selama menjabat sebagai Menko Kesra dan Wapres RI berhak atas uang tersebut.

JK (Jusuf Kalla) mengaku sudah mengetahui kabar miring tuduhan korupsi kepadanya. Ia disebut hanya mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan perusahaan miliknya, Kalla Group.

“Kalau ada satu pun orang bisa membawa bukti, saya JK selama aktif di pemerintahan mengambil kebijakan yang menguntungkan perusahaan keluarga saya, saya kasih satu miliar rupiah,” tegasnya saat meresmikan Jenggala Center di Jakarta Selatan, Jumat (23/5).

JK mempersilahkan siapapun yang punya bukti untuk melaporkan ke pihak yang berwenang. Namun jika tuduhan tersebut tidak terbukti, ia meminta pihak yang menuduh membayar uang Rp 100 juta.

“Tapi kalau dia tidak bisa buktikan, dia musti bayar saya satu persen saja, kalau salah bayar saya 100 juta,” ujar JK.

Ia mengingatkan relawannya menjelang pilpres akan banyak isu-isu miring yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ia pun meminta relawannya mengklarifikasi isu-isu tersebut dengan santun.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengaku yakin rekam jejak dirinya dan Jokowi cukup bersih, sehingga mampu memenangkan hati rakyat untuk dipilih pada pilpres 2014.

“Saya yakin menang, kalau tidak yakin ngapain maju,” tandas mantan Menko Kesra tersebut.  [Ak]

Berita Terkait :

  1. Waks, Anas Disebut Terima Rp 105 Miliar untuk Pemenangan Dirinya
  2. Korupsi Simulator SIM Rugikan Negara Rp 100 Miliar
  3. Angie Yakin Rekening yang Diblokir KPK tak Terkait Korupsi

Tags

 

1 Comment

  1. yurin ari says:

    sumber: okezone.com Jum’at 23 mei 2014 11:55 wib Jakarta – Menteri diduga terlibat mencuri uang rakyat sebenarnya bukan kabar baru. Era Presiden Abdurrahman Wahid, isu menteri korupsi sudah muncul, namun tanpa tindaklanjut penegak hukum.
    Dilansir Wikipedia, pada 2000, Abdurrahman Wahid memecat Jusuf Kalla dari kursi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Tak hanya JK, Gus Dur juga mendepak Laksamana Sukardi dari kursi Menteri Negara BUMN.

Leave a Comment