Mon, 21 July 2014

Petapolitik.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan tetap melanjutkan proses rekapitulasi suara tingkat nasional meskipun Tim Hukum  Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sempat mengancam mempidanakan KPU. Proses rekapitulasi karena sudah sesuai dengan peraturan.

“Kami tetap menjadwalkan rapat pleno rekapitulasi suara seusai aturan yang sudah ditentukan,” kata Ketua KPU Husni Kamil Manik,usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Nasional Peserta Pemilu Presiden, di Gedung KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (21/7) dini hari.

Menurut Husni, rekapitulasi akan berjalan terus sesuai jadwal yakni dari tanggal 20-22 Juli. “Jadi tidak ada yang bisa menghentikan. Rekapitulasi jalan terus,” lanjut Husni.

Ia menuturkan, kalaupun ada ancaman dari Tim Hukum Prabowo-Hatta yang akan
mempidanakan KPU bila tetap menggelar rekapitulasi suara yang dinilai cacat hukum, pihaknya tidak terlalu memperdulikannya.

“Itu kan datangnya dari Tim Kuasa hukumnya saja, bukan dari Capresnya,”
tegasnya.

Sebanyak 15 provinsi telah selesai melakukan rekapitulasi dengan hasil sementara pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa unggul dengan perolehan 13.176.384 suara, sedangkan pasangan nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla memperoleh 12.249.515 suara.  [Ak]

Berita Terkait :

  1. KPU Jakarta Tunda Rekapitulasi Pilpres
  2. Kata KPU, Pemungutan Suara di Luar Negeri Aman
  3. Prabowo-Hatta Ungguli Jokowi-JK di Luar Negeri

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment