Wed, 28 May 2014

Petapolitik.com – Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul merasa partainya menjadi tumbal monopoli media yang dikuasai segelintir pengusaha di pemilu legislatif 2014. Akibatnya, jawara pemilu 2009 itu terperosok di pesta demokrasi tahun ini.

“Partai Demokrat (adalah) korban monopoli yang dilakukan penguasa media massa. Kami sadar akan hal ini, dan kami tidak cepat menindak para penguasa yang melanggar UU Penyiaran,” kata Ruhut di Jakarta, Selasa (27/5).

Ruhut berharap di sisa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dapat menegakan UU Penyiaran. Pemilik media ditindak tegas yang memonopoli dan mengalihkan frekuensi.

“Saya sepakat monopoli harus diakhiri karena ini sangat merugikan partai kami dan partai yang tidak memiliki media,” kata anggota Komisi III DPR RI ini.

Sementara itu, peneliti LIPI Siti Zuhro mengamini tudingan Ruhut tersebut. Menurutnya, pemilu terjungkalnya Partai Demokrat karena pembentukan informasi yang dimonopoli segelintir penguasa media.

“Presiden SBY tak lagi bisa mencalonkan diri di Pilpres 2014, mengakibatkan perhatian publik, lembaga survei, dan media lebih tertuju ke tokoh-tokoh lain,” kata Siti Zuhro.

Kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan SBY kurang terangkat karena isu kepemimpinan dan program-program yang acap tersandera DPR. Sehingga Partai Demokrat kiat terperosot.

Seperti diketahui, Partai Demokrat hanya memperoleh 10,19 persen suara pada pemilu legislatif, 9 April lalu. Demokrat juga hanya menjadi penonton pada pilpres karena mengambil sikap netral.  [Ak]

Berita Terkait :

  1. Ruhut Khawatir Ada Capres Jadi ‘Korban’
  2. Ini Ide Rahasia Demokrat Menangkan Pilpres Versi Ruhut
  3. Demokrat Yakin 3 Partai Pemenang Pemilu Akan Tunduk

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment