PetaPolitik.Com – Pemilihan ketua umum PSSI 2011-2015 yang akan dilaksanakan dalam Kongres PSSI di Pulan Bintan, Kepulauan Riau, 19 Maret 2011 nanti, mulai memanas.
Agaknya pertarungan perebutan posisi ketum PSSI menjadi perang terbuka antara Partai Golkar dengan Partai Demokrat. Majunya Jenderal George Toisutta yang sohibnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat Partai Golkar memperkuat kekuatan kubu Nurdin Halid dengan menyertakan Nirwan Bakrie masuk bura calon ketum PSSI.
Masuknya George Toisutta maju sebagai ketum PSSI mendapat hadangan bertubi-tubi dari kubu Nurdin Halid yang di back up Partai Golkar. Senjata kubu Nurdin bahwa calon ketum PSSI harus pernah terlibat aktif dalam kepengurusan PSSI ternyata bisa dilewati dengan mudah oleh George Toisutta. Bahkan kubu George Toisutta yang di back up Partai Demokrat dan Menpora Andi Malaranggeng melancarakan serangan balik terkait kasus pidana dan korupsi Nurdin Halid.
Kubu George Toisutta merasa Nurdin telah merekayasa persyaratan ketum PSSI yang sudah digariskan oleh FIFA. Seharunya dalam persyaratan FIFA ditulis bahwa calon ketum olahraga sepakbola sebuah negara tidak boleh terkena pidana hukum. Padahal Nurdin Halid pernah divonis 2 tahun karena kasus korupsi minyak goreng. Oleh kubu Nurdin Halid, persyaratan itu diubah bahwa calon ketum PSSI tidak sedang menjalani hukuman pidana.
Tidak berhenti disitu saja, ada pihak yang melontarkan surat kaleng di dunia maya tentang kasus suap yang melanda tim nasional sepakbola ketika bertanding laga dengan tim nasional sepakbola Malaysia di Bukit Jalil Malaysia. Isi surat kaleng itu menuding seorang petinggi PSSI telah masuk dalam ruang ganti pemain untuk memerintahkan agar tim nas kalah dalam pertandingan final AFF 2010 leg pertama.
Sontak kubu Nurdin pun meradang dan membuat bantahan. Tidak tanggung-tanggung, anggota tim verifikasi bakal calon ketua umum Bernard Limbong tiba-tina dicoret namanya dan digantikan Togar Manahan Nero. Pencoretan itu diduga karena Limbong yang merupakan perwira TNI aktif dpastikan akan mendukung pencalonan George Toisutta yang merupakan atasannya di kesatuan angkatan darat.
Itu saja belum cukup, tiba-tiba muncul nama Nirwan Dermawan Bakrie (adik kandung Aburizal Bakrie) masuk dalam bursa calon ketua umum PSSI. Dan yang lebih aneh bin ajaib, nama Nurdin Halid pun ternyata masuk dalam bursa calon wakil ketua umum PSSI.
Hal itu terlihat dari keterangan Sekjen PSSU Nugraga Besoes terkait dengan hasil tim verifkasi yang menjelaskan bahwa untuk posisi ketua umum, ada tiga nama yang dicalonkan, yakni Nurdin Halid, George Toisutta, dan Nirwan Dermawan Bakrie. Sedangkan untuk jabatan wakil ketua umum, ada enam nama yang dicalonkan, yakni Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, Arifin Panigoro, Bob Hippy, Sukawi Sutarip, dan Ibnu Munzir.
Dimana hasil itu mengacu kepada pencalonan ketua umum berdasarkan statuta PSSU dimana Nurdin Halid mendapat 81 suara, George Toisutta mendapat 12 suara, dan Nirwan Dermawan Bakrie mendapat 2 suara. Total jumlah suara pendukung untuk balon ketua umum ini adalah 95 suara, dari total 100 suara yang berhak memilih pada Kongres Luar Biasa PSSI di Bintan, Kepulauan Riau. Sedangkan untuk jabatan wakil ketua umum, jumlah suara yang memberikan dukungannya pada keenam balon adalah 91 suara. Dimana Nurdin Halid mendapat 1 suara, Nirwan Bakrie mendapat 80 suara, Arifin Panigoro mendapat 7 suara, Sukawi Sutarip mendapat 1 suara, Ibnu Munzir mendapat 1 suara dan Bob Hippy mendapat 1 suara.
Dari hasil itu terlihat bahwa Nirwan Bakrie hampir bisa dipastikan terpilih menjadi wakil ketua umum PSSI. Agaknya Partai Golkar sudah berhitung matang. Bila jabatan ketum PSSI lepas dari tangan Nurdin Halid maka jabatan wakil ketum PSSI dan sekjen PSSI masih tetap di pegang Partai Golkar.[LAA]
Berita Terkait :
- Bursa Ketum PSSI: Toisutta Tantang Nurdin
- PSSI: Medan Perang Baru Demokrat vs Golkar?
- Ketum PSSI Menggalang Kekuatan dengan Berpolitik?


0 Comments
You can be the first one to leave a comment.