Wed, 21 December 2011

PetaPolitik.Com – Dari berbagai angkatan alumni Akademi Militer Magelang hanya alumni 1973 yang paling banyak maju menjadi calon presiden. Sebut saja Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prabowo Subianto dan Saurip Kadi.

Konon sejak menjadi taruna akmil SBY dan Prabowo sudah bercita-cita mau jadi presiden. Sekedar catatan, Prabowo Subianto sebenarnya masuk angkatan 1973 tapi wisudanya ikut angkatan 1974.

SBY mulai dengan mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada Sidang Istimewa MPR tahun 1999 tapi gagal. Pada tahun 2004 SBY sempat ditawari Megawati Soekarnoputri mendampingi jadi wakil presiden tapi di tolak halus. Lalu SBY malah maju sendiri sebagai calon presiden denga kendaraan Partai Demokrat dan mampu meraih kursi RI 1. Tahun 2009, SBY kembali sukses mempertahankan jabatan presiden untuk kedua kalinya.

Majunya SBY sebagai presiden mendapat respon negatip dari para senior angkatan di atasnya. Pada saat SBY menduduki jabatan presiden untuk pertama kalinya, serangan politik malah datang dari para sesepuh tentara yang tergabung dalam Pepabri. Tidak kurang Try Soetrisno yang selalu mengkritik pola kepemimpinan SBY yang lamban. Tapi serangan politik dari para seniornya itu bisa direndam dengan memberikan akses dan dukungan finansial. Dimana sejak SBY menjadi presiden ternyata banyak purnawirawan jenderal yang duduk di komisaris perusahaan-perusahaan milik BUMN.

Sedangkan Prabowo Subianto pada sebelum Pemilu 2004 sempat maju dalam konvensi Capres Partai Golkar. Namun kandas karena kalah bersaing dengan seniornya Wiranto. Kemudian pada 2009 Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Dalam pemilu ini pasangan Mega-Prabowo kalah telak di putaran pertama pilpres.

Prabowo Subianto ketika maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati mendapat dukungan dari para seniornya di ketentaraan. Mungkin karena merupakan salah satu mantu Soeharto sehingga bisa lebih diterima dikalangan seniornya. Selain itu di PDI Perjuangan masih ada Theo Syafei yang merupakan seniornya di kopassus.

Namun yang menarik, bila SBY ogah mendapingi Mega maka tidak dengan Prabowo yang mau mendampingi karena ada janji politik PDI Perjuangan untuk mengusungnya menjadi calon presiden pada pemilu 2014 nanti. Terlepas benar tidaknya janji politik itu, beberapa lembaga survey yang melakukan poling calon presiden 2014 dalam beberapa bulan ini ternyata menempatkan Prabowo Subinto sebagai kandidat yang masuk unggulan.

Bila SBY dan Prabowo yang menggunakan kendaraan partai politik untuk maju sebagai presiden maka tidak dengan Saurip Kadi. Mantan Asisten Teritorial Kepala Staf TNI-AD pada pemilu 2009 lalu nekat maju lewat jalur independen berpasangan dengan Dedy Mizwar. Namun karena gugatan UU Pemilu menyangkut jalur independen ditolak Mahkamah Agung maka proses pencalon itu gagal total.

Kelihatannya garis tangan Saurip Kadi memang tidak di kursi kekuasaan tapi hanya sebatas hura-hura politik saja. Kontroversi selalu mengiringi jejak Saurip Kadi baik diranah militer maupun juga non militer. Mulai dari keterlibatan dalam pembentukan pamsakrawsa di era Habibie, isu Dokumen Bulak Rantai di era Gus Dur,  sampai kasus terbaru pembantaian petani di Mesuji Lampung.

Banyak pihak menenggarai bahwa Saurip Kadi membawa pesan sekaligus ancaman politik kepada SBY yang notabene dulu sesama rekan seangkatan di akmil Magelang. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Saurip Kadi merupakan salah satu orang yang tidak pernah berhenti mengkritik Presiden SBY dalam berbagai kesempatan.

Namun terlepas itu semua, sebenarnya sepak terjang Saurip Kadi dalam ranah politik membuka tabir bagaimana di kalangan tentara terutama alumni akmil angkatan 1973 ternyata getol juga untuk meraih kursi presiden. Eforia reformasi yang membuat peran tentara di titik nadir dalam pemerintahan sipil tidak menyurutkan langkah untuk maju bersaing dalam pemilu presiden. Segala cara dan kesempatan dimanfaatkan dengan optimal untuk bisa menjadi orang nomor satu di negeri ini. (leo)

Berita Terkait :

  1. Pertikaian Politik dalam Angkatan Bersenjata (Jejak Politik Mayjend (Purn) Saurip Kadi 2)
  2. Merapat ke Partai Golkar (Jejak Politik Mayjend (Purn) Saurip Kadi 1)
  3. Panasnya Persaingan Antar Abituren Akmil Jelang Pilpres 2014

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment