Fri, 4 February 2011

PetaPolitik.Com – Nasional Demokrat (Nasdem) pada 1 februari lalu genap satu tahun sebagai organisasi masyarakat. Pembentukan nasdem tidak lepas dari kekalahan Suryo Paloh dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar.

Selepas kekalahan dari Aburizal Bakrie yang berhasil meraih kursi ketum, Surya Paloh mengajak gerbongnya di partai berlambang beringin itu untuk mendirikan nasdem. Tidak hanya itu saja, Surya Paloh juga menggandeng tokoh-tokoh di luar Partai Golkar untuk turut bergabung.

Ekspansi yang dilakukan nasdem di dearah-dearah, terutama yang menjadi basis Partai Golkar, dianggap mengacaukan struktur dan sistem partai berlambang beringin. Bahkan nasdem dianggap menggerogoti kekuataan Partai Golkar di daerah-daerah. Dalam sebuah kesempatan, DPP Partai Golkar mengeluarkan larangan bagi para pengurus maupun anggota partai bergabung dengan nasdem. Langkah DPP Partai Golkar ini ternyata juga diikuti oleh DPP PDI Perjuangan yang melarang pengurus maupun kadernya bergabung dengan nasdem.

Banyak pihak melihat bahwa nasdem dipakai oleh Surya Paloh untuk melakukan bargaining politik menjelang 2014 nanti. Bila kepepet dan tidak ada pihak yang melirik nasdem maka bisa dipastikan nasdem akan berubah menjadi partai politik.

Dalam HUT pertama nasdem, Surya Paloh selalu ketua umum memang menyatakan bahwa posisi Nasional Demokrat adalah sebagai organisasi masyarakat. Tapi di sisi lain, Surya Paloh yakin mampu menjadikan Nasdem sebagai lokomotif yang membawa perubahan bagi Indonesia. Walaupun terkesan malu-malu, Surya Paloh mengharapkan bahwa nasdem bisa berubah, tidak hanya mempunyai kekuataan politk saja tapi juga mempunyai kekuasaan politik.

Hal itu tersirat jelas dalam ucapan Surya Paloh dimana nasdem hanya organisasi kemasyarakatan, dia tidak punya anggaran, dan dia tidak punya otoritas untuk membuat Undang-Undang, dan dia tidak punya otoritas juga untuk merubah undang-undang. Tetapi yang kita miliki adalah, keikhlasan hati dan jiwa kita, ketika keikhlasan hati dan jiwa kita sebagai anggota Nasional Demokrat, bersatu dengan hati dan jiwanya rakyat, artinya selamatlah kita sebagai suatu bangsa untuk membawa perubahan yang berarti untuk negeri ini.

Nasdem memang masih menunggu waktu yang tepat untuk mendeklarasikan diri sebagai partai politik. Mengingat bila terlalu dini mendeklarasikan diri maka bisa dipastikan akan mendapat serangan politik terutama dari Partai Golkar, sekaligus juga cemooh dari berbagai pihak yang menganggap bahwa nasdem tidak akan berpolitik praktis.

Di sisi lain, elit dalam nasdem melihat bahwa pertarungan antara kubu Susilo Bambang Yudhoyono dengan kubu Aburizal Bakrie akan dapat memberikan keuntungan politik bagi posisi nasdem saat ini. Bahkan tidak mungkin, kubu SBY melalui Partai Demokrat akan melakukan aliansi taktis dengan nasdem untuk menghadapi kubu Aburizal Bakrie yang representasikan lewat Partai Golkar.

Paling tidak daya tawar nasdem cukup tinggi bila melakukan aliansi taktis dengan kubu SBY. Selain mempunyai struktur organisasi dan kepengurusan yang menjangkau kabupaten/kota di berbagai pelosok tanah air, Surya Paloh memiliki uang lebih dari cukup juga mempunyai jaringan televisi dan media cetak yang lumayan besar.

Walau pun terkesan malu-malu kucing, nasdem akan mempunyai daya tawar politik tinggi di tanah air menjelang 2014. Kubu siapa yang berhasil menagajak nasdem bergabung maka dipastikan langkah politik menghadapi gejolak politik 2014 akan lebih mudah.[Leo]

Berita Terkait :

  1. PDI Perjuangan yang malu-malu kucing
  2. Golkar Mulai Bergerak Hadapi Pemilu 2014
  3. Halah, PKS Merengek ke SBY

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment