Jokowi Minta Kritik yang Santun, Harus Berlaku Juga bagi Pendukungnya

0
77
Joko Widodo (Foto : Instagram/@jokowi)

Petapolitik – Menanggapi kritik BEM UI yang menjuluki the king of lip service, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Rektorat Universitas Indonesia (UI) tidak menghalangi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI untuk mengekspresikan pendapatnya.

“Ya saya kira (kritik) ini bentuk ekspresi mahasiswa, dan ini negara demokrasi jadi kritik itu boleh-boleh saja, dan universitas tidak apa, tidak perlu menghalangi mahasiwa untuk berkespresi,” ujar Jokowi, dilansir dari Okezone..

Namun, Jokowi mengingatkan agar kritik perlu disampaikan dengan memerhatikan tata krama dan sopan santun ala timur. “Ingat kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan, ya saya kira biasa saja, mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat,” tuturnya.

“Sudah sejak lama, dulu ada yang bilang saya ini kelmar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo. Kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter, kemudian ada juga yang ngomong saya ini bebek lumpuh, dan baru baru ini ada yang ngomong saya ini bapak bipang dan terakhir ada yang menyampaikan mengenai the king of lip service,” kata Jokowi.

Menanggapi pernyataan Jokowi, Founder Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Harianto Sinulingga mengatakan seharusnya itu juga belaku bagi para pendukungnya yang saat melancarkan kritikan pada lawan politik bertingkah pun kasar cenderung bar-bar.

“Harusnya Presiden Joko Widodo itu sampaikan juga ke para sontoloyo yang notabene adalah pendukung-pendukungnya Pak Jokowi,” kata Andi.

Diketahui, salah satunya soal kritikan pendukung Jokowi, Ade Armando pernah mengunggah meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diedit menyerupai Joker, tokoh antagonis dalam film Batman.

Mengingat hal itu, Andi Sinulingga pun berharap Presiden Jokowi juga menertibkan pada pndukungnya untuk memberi kritik dengan sopan dan bertata krama.

“Ade Armando, Denny Siregar misalnya, mintalah ke mereka itu agar sopan kalau ngritik Anies, ada tata krama. Jangan malah pernyataan itu justru di bilang mahasiswa lip service lagi,” kata Andi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here