Pak Jokowi, Kenapa Terpidana Sabu 420 Kg Lolos Hukuman Mati?

0
236
Presiden Jokowi bersama Ketua DPR DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (Foto Instagram @prasetyoedimarsudi)

Petapolitik – Terpidana perkara sabu jaringan internasional seberat 402 kilogram lolos dari hukuman mati. Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi, pun prihatin dan bakal menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal perkara tersebut.

“Saya akan bersurat kepada Pak Presiden, enggak menunjang program pemerintah Nawacita pemerintah. Kan ini enggak betul, dari mana kok dia enggak kena hukuman mati dengan segitu banyaknya barang buktinya,” ujar Prasetyo dikutip dari detik.com, Senin (28/6/2021).

Ia meminta putusan tersebut dikoreksi. Sebab, peredaran narkoba ini berdampak buruk terhadap jutaan masyarakat Indonesia. “Saya minta kepada Pak Presiden, untuk putusan tersebut dan KY untuk mengkoreksi apa yang sudah dilaksanakan putusan karena sekian juta orang manusia yang akan jadi korban,” ujar dia.

“Jangan hukum dibuat mainan seperti ini saya mendukung hukuman mati buat mereka,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, penyelundupan sabu 402 kg ke Indonesia melalui Sukabumi, Jabar, digagalkan Satgas Merah Putih pada 3 Juni 2020. Narkotika golongan I senilai Rp 400 miliar lebih itu diselundupkan jaringan internasional dengan dikemas mirip bola. Sebanyak 14 warga Iran, Pakistan dan Indonesia dibekuk

Warga Iran yakni Hossein Salari Rashid, Mahmoud Salari Rashid dan Atefeh Nohtani. Kemudian WNA asal Pakistan adalah Samiullah. Sementara pelaku warga Indonesia yaitu Amu Sukawi, Yondi Caesar Yanto, Moh Iqbal Solehudin, Risris Rismanto, Yunan Citivaga, Basuki Kosasih, Illan, Sukendar, Nandar Hidayat dan Risma Ismayanti.

Pengadilan Negeri (PN) Cibadak memvonis 13 terdakwa dengan hukuman mati. Hanya Risma Ismayanti yang divonis 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Banding yang diajukan kuasa hukum para terdakwa ke PT Bandung meloloskan 6 terpidana dari hukuman mati. Illan, Basuki Kosasih dan Sukendar masing-masing dihukum 15 tahun penjara. Sedangkan Nandar Hidayat, Risris Risnandar dan Yunan Citivaga divonis 18 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here