Dulu Pers Gerilya, Sekarang Datang ke Pemerintah: Apa Pak yang Bisa Kita Bantu?

0
80
Tangkapan layar diskusi di Channel Akbar Faizal Unsencored

Peta Politik – Wartawan Senior Ilham Bintang, mengatakan, seharusnya pada saat ini sudah tidak ada lagi halangan bagi pers untuk menjalankan fungsi tugasnya mengontrol pemerintahan dengan adangan Undang-Undang Pers nomor 40 Tahun 1999.

“Mestinya tidak ada halangan untuk mengkritik pemerintah. Setelah reformasi lahir UU Nomor 40. Pers diurus kalangan pers sendiri. Secara legitimasi, tidak ada halangan pers untuk mengkontrol pemerintahan,” ujarnya Ilham dalam tangan video channel Akbar Faizal Uncensored, yang tayang pada, Senin 25 Oktober 2021.

Sekarang, kata Ilham, apa hambatan bagi pers dalam menjalankan tugasnya? Ancaman pemerintah sudah tidak ada, ancaman preman relatif kecil. “Tapi ada ancama ketiga yaitu dari pemilik modal dan ancaman dari profesi pers itu sendiri,” tuturnya.

“Bos media saat ini pemilik parpol, kalau enggak ya punya utang lah di bank, jadi gampang dipencet,” tambahnya.

Dulu kata Ilham, ketika ada wartawan yang mengeluh lalu minta subsidi dari pemerintah dirinya langsung menolaknya. Sebab, Ilham meyakini tidak ada makan siang yang gratis.

Ilham menyampaikan kritikan yang lebih pedas pernah didapatinya dari mantan Pemred Tempo yang juga pernah jadi Dubes untuk Italia, Almarhum August Parengkuan sekira empat tahun lalu.

“Mantan Pemred Tempo dan Dubes untuk Italia August Parengkuan pernah mengatakan, ‘Coba Anda perhatikan Mas Ilham, apa enggak kebalik? Dulu kita bergerilya untuk menjalankan fungsi tugas pers, sekarang mereka datang ke pemerintah, “apa pak yang bisa kita bantu?”. Publik tentu rugi akan hal ini karena mereka tidak menerima lagi fungsi kontrol dari wartawan,” ujar Ilham sembari menirukan perkataan August ketika itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here