Puan Vs Ganjar, Antara Mesin Partai dan Relawan

0
223
Puan Maharani (Foto : Istimewa)

Petapolitik – Kontestasi Pilpres 2024 bukan hanya terjadi antara jagoan dari lintas partai politik saja. Seperti yang terjadi di PDI Perjuangan, memanasnya hubungan Puan Maharani dan Ganjar Pranowo akhir-akhir ini, disinyalir kuat lantaran ambisi Capres pada Pilpres 2024.

Ganjar sampai saat ini memang masih di atas angin lantaran sejumlah survei yang telah dilakukan sejumlah lembaga menempatkannya di poisisi tiga besar dibanding Puan yang masih berada jauh di bawahnya.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga, mengatakan, hasil survei itu tidak menjaminan elektabilitas Ganjar akan terus bertengger di atas, sementara Puan akan tetap di bawah.

Sepengamatan Jamiluddin, untuk meningkatkan bargaining menuju Pilpres 2024, dua sosok kader PDIP itu tampaknya menggunakan strategi yang berbeda.

Ganjar sepertinya menggunakan pendekatan non struktural partai. Jalur ini terpaksa digunakan karena Ganjar tidak mendapat dukungan dari organ partainya.

“Karena itu, Ganjar tampaknya memaksimalkan jalur relawan. Sampai saat ini sudah berapa relawan yang mengklaim mendukung Ganjar, yaitu Ganjarist, Dulur Ganjar, Teman Ganjar, Sahabat Ganjar, Relawan Ganjar, dan Sobat Jarwo,” ujar Jamiluddin dilansir dari RMOL.id.

“Tentu itu belum dihitung kemungkinan relawan Jokowi bergabung ke Ganjar. Ada informasi, 75 persen relawan Jokowi akan merapat ke Ganjarm” sambung dia.

Ganjar Pranowo

Belum diketahui, kehadiran relawan itu secara alamiah atau hasil mobilisasi. Kalau relawan itu lahir secara alamiah, berarti dukungan terhadap Ganjar akan sangat solid, militan, dan dalam jumlah besar. Bila itu hasil mobilisasi, maka relawan tersebut tidak akan solid dan militan. Mereka dideklarasikan hanya untuk dijadikan bargaining ke partai politik bahwa Ganjar didukung akar rumput dan karenanya layak menjadi capres.

Sebaliknya, lanjut Jamiluddin, Puan Maharani tampaknya mengandalkan organ partai. Hal itu sangat terlihat mulai bermunculannya dukungan dari DPD dan DPC kepada Puan untuk diusulkan menjadi capres.

Selain itu, Fraksi PDIP di Senayan tampaknya mendukung Puan. Hal itu terlihat dari adanya permintaan kepada semua anggota DPR RI dari PDIP untuk memasang baliho bergambar Puan di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

“Kalau informasi itu benar, maka tak lama lagi di seluruh Indonesia akan dihiasi baliho bergambar Puan. Tentu ini akan lebih cepat memperkenalkan Puan ke masyarakat untuk mengerek popularitas dan elektabilitasnya,” sebut Jamiluddin.

Sementara jalur non partai, seperti relawan, Puan tampaknya belum memaksimalkannya. Sampai saat ini baru terdengar satu relawan Puan, yaitu Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN).

Jadi menurutnya, Puan dan Ganjar akan terus berupaya meningkatkan elektabilitasnya dengan strategi yang berbeda. Hanya saja, Puan tampaknya sudah memegang tiket capres dari PDIP. Semua organ partai akan dikerahkan untuk mengamankan tiket caprea tersebut.

“Gongnya dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri hanya menunggu waktu saja,” kata dia.

Sementara Ganjar, melakukan strategi melalui relawan, tampaknya untuk dijadikan bargaining kepada partai lain selain PDIP. Dengan hiruk pikuk para relawannya, diharapkan ada partai yang meliriknya.

“Setidaknya ada partai yang menawarkan kepada Ganjar untuk cawapres. Berat memang untuk Ganjar menuju Pilpres 2024,” kata Jamiluddin, yang juga mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here