Masyarakat Ingin Presiden Dipilih Rakyat, Bukan MPR

0
165
Ilustrasi pencoblosan

Petapolitik – Adanya wacana Pemilihan Presiden (Pilpres) dikembalikan ke MPR terbantahkan oleh hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam hasil survei tersebut menunjukkan, 84,3 persen masyarakat menginginkan presidennya dipilih langsung oleh rakyat, MPR.

Sementara itu, hanya 8,4 persen warga yang setuju presiden dipilih oleh MPR.

Peneliti sekaligus Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando mengatakan, hasil survei yang dilakukan jajarannya sekaligus menjawab terkait adanya pihak-pihak yang ingin mengembalikan pasal tentang pola pemilihan presiden oleh parlemen.

“Ada kelompok-kelompok yang dengan beragam alasan, mengangkat gagasan tentang perlunya pemilihan presiden dilakukan cukup oleh MPR tanpa harus rakyat,” ujar Ade dalam peluncuran hasil survei nasional SMRC bertajuk ‘Sikap Publik Nasional terhadap Amendemen Presidensialisme dan DPD’ yang dilansir dari Okezone, Minggu (20/6/2021).

Berdasarkan hasil survei tersebut, mayoritas masyarakat tidak ingin menerapkan pola seperti jaman orde baru. Di mana saat itu, pemilihan presiden diwakilkan kepada MPR.

“Survei SMRC ini menunjukkan mayoritas rakyat tidak mendukung gagasan pemilihan presiden oleh MPR seperti di era Orde Baru. Mayoritas rakyat menganggap pemilihan langsung adalah pilihan terbaik,” tuturnya.

Sekadar informasi, survei nasional yang dilakukan SMRC tersebut digelar pada 21 sampai 28 Mei 2021. Penelitian melalui wawancara tatap muka ini melibatkan 1.072 responden yang dipilih melalui metode penarikan sampel random bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error penelitian ± 3.05%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here