Mon, 7 July 2014

Petapolitik.com – Jelang berakhirnya pertarungan pilpres 2014, Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan elektabilitas pasangan Jokowi-JK kembali naik.

Kata peneliti LSI, Fitri, elektabilitas pasangan capres cawapres nomor urut 2 itu memang sempat menurun. Saat itu, elektabilitas Prabowo Hatta memang melonjak drastis.

“Sejak September 2013 hingga akhir Juni 2014, selisih kedua capres terus mengecil. Namun di awal Juli 2014, tren elektabilitas justru berbalik,” kata Fitri, Senin (7/7).

Bahkan, selisih elektabilitas antara Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK pernah sangat tipis. Hanya sekitar 0,5 persen saja.

“Selisih elektabilitas pernah berada pada titik terendah yaitu hanya selisih 0,5%, Prabowo-Hatta elektabilitasnya 43%, Jokowi-JK 43,5%. Selisih ini bahkan lebih rendah dari margin of error yaitu 2% pada akhir Juni,” lanjutnya.

Bangkitnya elektabilitas Jokowi-JK dua hari jelang masa pencoblosan ini adalah karena meningkatnya dorongan dari masyarakat bawah.

“Penguatan pada segmen ini merupakan efek dari kampanye masif door to door yang berisikan janji dan program-program Jokowi,” jelasnya.

Selain itu, dukungan artis-artis ibukota di media sosial dan twitter ternyata membuat popularitas Jokowi-JK meningkat tajam.

Lebih lanjut Fitri jelaskan bila saat survei LSI pilpres dilakukan, yakni rentan waktu 2-5 Juli kemarin, maka pasangan Prabowo-Hatta unggul 44.20 persen. Sementara pasangan Jokowi-JK menang dengan angka 47,80 persen.

Kata Fitri, LSI melakukan survei pada tanggal 2-5 Juli 2014 kemarin dengan metode multistage random sampling 2.400 responden. Margin error kurang lebih 2 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif berupa FGD di tujuh ibukota provinsi terbesar, in depth interview, dan analisis media nasional. [Trg]

Berita Terkait :

  1. Elektabilitas Prabowo-Hatta Meningkat
  2. Pemilih Galau Akan Menentukan Pasangan Pemenang Pilpres
  3. Hashim Janji Naikkan Elektabilitas Prabowo-Hatta

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment