Utak Atik Capres dan Koalisi Ala Qodari

0
109
Ilustrasi

Petapolitik – Pemilu masih tiga tahun lagi namun saat ini baranya mulai terasa, khususnya soal siapa calon presiden yang pantas menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hari ini nama Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, muncul sebagai kandidat teratas.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari seperti diberitakan Beritasatu.com memprediksi akan muncul tiga koalisi partai politik (parpol) pengusung capres pada Pemilu 2024.

“Pada saat ini ada tiga, Prabowo, Ganjar, Anies. Jadi dengan kondisi ini peluangnya terjadi tiga pasangan,” kata Qodari, Selasa (15/6/2021).

Dukungan kepada calon juga dipengaruhi beberapa variabel lain. Pertama tentu adalah kedekatan pribadi antara sang calon dengan partai tersebut. Misalnya Anies Baswedan mempunyai sejarah dengan Nasdem, karena dulu menjadi salah satu deklarator ormas Nasional Demokrat.

Atau misalnya Prabowo yang punya hubungan pribadi yang panjang dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Variabel kedua akan tergantung kepada persepsi mengenai ideologi partai, latar belakang partai, jenis partai, atau identitas dari calon.

Misalnya, PKS cenderung memberikan dukungan kepada Anies karena yang bersangkutan menjadi gubernur Jakarta dengan sentimen keislaman. Anies juga banyak didukung oleh tokoh-tokoh ijtima ulama, Rizieq Syihab, dan lain-lain.

Sementara PDIP cenderung memilih antara Ganjar dan Prabowo. Tetapi dengan perkembangan yang terakhir, menurut Qodari, komunikasi Ganjar dengan DPP PDIP tidak terlalu bagus.

“Sebaliknya hubungan antara DPP PDIP dengan Prabowo sangat bagus. Jadi kecenderungannya PDIP akan ke Prabowo,” imbuhnya.

Karena itu, dengan situasi terkini tersebut, Qodari justru melihat peluang Ganjar didukung oleh Nasdem, yang hanya akan memenuhi persyaratan jika bersama dengan Golkar.

“Jadi Nasdem-Golkar misalnya begitu, nah ini juga bisa ketemu karena kan, boleh dibilang Nasdem ini kan, saudara sepupu Golkar, didirikan oleh Surya Paloh yang notabene orang Golkar juga. Jadi hubungan pribadinya cukup dekat,” urainya.

Lalu Prabowo akan maju dengan usungan dari PDIP, Gerindra, PKB, dan PPP.

Dan Anies juga akan maju dengan didukung oleh PKS dan Partai Demokrat. Kursi kedua partai ini tidak cukup. Namun ada peluang akibat perkembangan menarik dimana Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sudah terbuka mengaku memiliki kedekatan dengan Anies Baswedan.

“Kalau kemudian PAN gabung ke Anies Baswedan, dia cukup memenuhi persyaratan, di mana di dalamnya ada PKS, kemudian Demokrat, dan ada PAN,” kata Qodari.

Dengan perkembangan situasi sekarang ini, Qodari menilai bahwa tiga pasangan itu sangat mungkin terjadi. Koalisi pertama menurut Qodari adalah PDIP, Gerindra ditambah PKB dan PPP, koalisi kedua adalah Nasdem plus Golkar dan koalisi yang melibatkan PKS, Demokrat dan PAN. [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here