Duet Anies-AHY Terganjal Hubungan Surya Paloh-SBY? Tidak Ada yang Tidak Mungkin

0
112
Anies dan AHY bertemu di Balai Kota Jakarta (Foto : Twitter/@AgusYudhoyono)

Petapolitik – Sejumlah simulasi pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2024 terus digaungkan. Beberapa di antaranya adalah Prabowo Subianto-Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Muhaimin Iskandar (Cak Imin), hingga Anies Baswedan-AHY.

Kali ini, yang akan dibahas adalah simulasi pasangan Anies-AHY, yang berpeluang diusung Partai Nasdem, PKS, dan Partai Demokrat. Di mana Nasdem dan PKS memiliki hubungan baik dengan Anies, sementara Demokrat adalah partai yang dipimpin AHY.

Melihat hasil Pemilu 2019, koalisi tiga parti ini memenuhi ambang batas pencapresan 20 persen. Nasdem (9,05 persen), PKS (8,21 persen) dan Demokrat (7,77 persen). Di luar tiga partai politik itu, duet Anies-AHY juga berpeluang ikut diusung Partai Amanat Nasional (PAN).

Duet Anies-AHY disebut sebagai perpaduan yang komplet. Religius, nasionalis, sipil, militer, teknokrat, muda dan sebagainya.

Keduanya juga terlihat akrab. Belum lama ini tepatnya pada bulan puasa lalu, AHY bersama jajaran DPP Partai Demokrat bertandang ke Balaikota DKI Jakarta untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan Gubernur Anies Baswedan.

Namun yang dikhawatirkan bakal menjadi ganjalan duet Anies-AHY adalah hubungan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dengan pendiri Demokrat yang juga orang tua dari AHY, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pada Pilpres 2004, Surya Paloh dan Media Group yang dipimpinnya mendukung penuh SBY.

Tapi setelah menang, seperti dalam buku “Surya Paloh Sang Ideolog” karya Usamah Hisyam, Surya Paloh kecewa karena SBY tidak memenuhi janji.

Janji yang dimaksud adalah, SBY menjanjikan Surya Paloh sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Janji kedua, memberikan penghargaan bintang jasa kepada Surya Paloh sebagai penggerak civil society atas peranannya membantu dampak tsunami Aceh.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menanggapi spekulasi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak akan mendapat dukungan dari Partai Nasdem karena hubungan SBY dan Surya Paloh yang kurang harmonis.

“Dalam politik tak ada kawan dan perseteruan abadi. Hanya kepentingan yang abadi,” kata Adi dikutip dari RMOL.id, Selasa (15/6/2021).

Adi menyebutkan sudah banyak contoh dari dinamisnya politik. Di mana teman menjadi lawan atau teman yang putus nyambung menjadi lawan hingga kembali berkawan.

“Politik kita serba cair. perbedaan politik bisa berubah drastis menjadi pertemanan politik,” tandasnya.

Contoh pada kasus lain soal cairnya politik adalah Prabowo Subianto dan Jokowi. Dua kali jadi rival pada Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo kini “rela” jadi menterinya Jokowi.

Jadi, di dunia politik tidak ada yang tidak mungkin.

(Sumber: Rmol.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here