Tue, 1 October 2013

PetaPolitik.Com – Janji KPK segera menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum segera ditahan pasca-Lebaran 2013 belum terealisasi.

Ketua KPK menyebut, salah satu alasan belum dilakukan penahanan Andi-Anas lantaran anggota Satgas KPK yang menangani kasus Andi-Anas sedang bertugas ke luar  negeri terkait penyidikan.

Pekan depan, penyidik KPK sudah pulang ke Jakarta. Tak lama setelah itu, KPK berjanji akan memanggil terlebih dulu Andi Mallarangeng dan kemudian Anas.

“Minggu depan penyidik kembali. Jadi kalau penyidik Minggu depan sudah kembali, baru mulai memanggil mantan Menpora (Andi Mallarangeng),” ujar Ketua KPK Abraham Samad di kantor BPK, Senin (30/9).

Dijelaskan Abraham, Satgas di KPK tak hanya menangani satu perkara. Anggota Satgas yang ke Jepang ini menurut Abraham untuk kepentingan penyidikan.

Sekembalinya penyidik dari Jepang, maka akan ada langkah konkrit dari KPK untuk menangani Andi Mallarangeng dan Anas. “Nanti akan ada langkah-langkah lebih konkrit, dan segera lakukan pemanggilan,” jelas Abraham.

Penetapan Andi Mallarangeng sebagai tersangka telah dilakukan KPK sejak Desember 2012. Andi diduga melakukan penyalahgunaan wewenang sebagai pengguna anggaran terkait posisinya sebagai Menpora pada proyek Hambalang.

Dari hasil audit BPK, KPK juga sudah mengantongi data kerugian negara dari proses pengadaan proyek Hambalang Rp 463,66 miliar.

Sedangkan Anas telah ditetapkan sebagai tersangka sejak  22 Februari 2013. Anas diduga menerima mobil Toyota Harrier terkait proyek Hambalang.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengungkapkan paling sulit dalam kasus Hambalang yakni penetapan tersangka terhadap Andi dan Anas. “Sebenarnya yang paling sulit adalah ketika menetapkan mereka sebagai tersangka. Itu momen yang paling sulit,” kata Adnan.

Adnan beralasan, penetapan kedua tersangka ini membuat KPK tak mungkin memundurkan langkah. Sebab, penyidikan perkara harus terus berlanjut. “Begitu jadi tersangka kita nggak mungkin mundur,”ujarnya.

Untuk itu, Adnan meminta semua pihak bersabar menunggu langkah penahanan kepada Andi dan Anas. “Cuma soal waktu saja. Jadi setelah ditetapkan ini soal teknis, tunggu saja,” jelas Adnan Pandu.

Dalam kasus Hambalang, KPK telah menetapkan empat tersangka  yakni Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Deddy Kusdinar (mantan Kepala Biro Rumah Tangga Kemenpora) dan  Teuku Bagus Mohammad Noor (eks petinggi PT Adhi Karya). Namun hingga kini, KPK baru menahan Deddy Kusdinar sejak Juni 2013 lalu.

Mengenai rencana penahanan, pengacara Andi yakni Harry Pontoh mengatakan semakin cepat penahanan Andi, maka akan semakin baik. Menurutnya, jika seseorang sudah ditetapkan sebagai tersangka, kehidupannya secara sosial mulai mengalami berbagai masalah.

Sedangkan Anas Urbaningrum saat ditemui akhir pekan lalu bersikukuh dirinya tidak ada kaitannya dengan korupsi proyek Hambalang. “Nggak ada kaitannya dengan Anas. Kalau Anda baca hasil audit (BPK), nggak ada hubungannya,” jelas Anas.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini justru berujar soal keyakinannya bahwa balasan akan datang kepada pelaku penzaliman. Apakah Anas yakin bahwa dirinya tidak akan ditahan.

“Itu terserah KPK saja. Siapa yang zalim menggunakan kewenangan dengan zalim pasti ada balasannya, bisa tunai, kredit, langsung, ke keluarganya, ke anaknya, bisa cepat, bisa lambat, bisa dunia, bisa di akhirat,” tuturnya. [trb/bnt]

Berita Terkait :

  1. Adhyaksa Dault Minta KPK Tahan Andi Mallarangeng
  2. Samad: Andi Mallarangeng Pasti Bakal Ditahan
  3. Rekening Anak Dibuka, Andi Mallarangeng Senang

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment