Thu, 10 January 2013

PetaPolitik.Com – Pemandangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, hari ini sangat berbeda. Sejak pagi hari, para wartawan media cetak, elektronik, dan televisi memadati pengadilan.

Mereka semua punya satu tujuan, yakni meliput vonis terdakwa kasus korupsi, Angelina Patricia Pinkan Sondakh. Saling senggol saat ambil gambar dan umbar teriakan pun menjadi hal yang wajar.

Saat Angie baru tiba di lobi pengadilan, Kamis (10/1), wartawan langsung mengerubunginya. Penasihat hukum Angie, Teuku Nasrullah, pun meminta awak media menjaga ketertiban.

“Kita mau kooperatif sama teman-teman pers. Jangan sampai nanti bibir Angie berdarah lagi kena microphone ya,” kata Nasrullah.

Namun, meski sudah diminta tertib, yang namanya persaingan di lapangan tentu tidak terelakkan. Suasana gaduh pun tak terhindarkan. Suasana itu terbawa sampai ruang sidang lantai satu.

Saling dorong pun tak terhindarkan. Sampai-sampai, saking banyaknya wartawan yang meliput, hawa ruang sidang pun menjadi panas.

Hampir serupa dengan suasana sidang Hartati Murdaya. Bedanya, saat sidang Hartati ruang sidang dipenuhi pendukungnya. Akhirnya, wartawan pun tidak kebagian tempat.[mer/bnt]

Berita Terkait :

  1. KPK Periksa Seorang Wartawan Terkait Angie
  2. Jelang Sidang Angie, Rosa Ogah Main Mata
  3. Gagal Konfrontir Angie, Kubu Nazaruddin Tetap Buru Angie

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment