Fri, 14 December 2012

PetaPolitik.Com – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sempat menyinggung iklan antikorupsi yang sempat dibintangi oleh Angelina Patricia Pinkan Sondakh. Hakim mempertanyakan bagaimana sikap dia soal korupsi.

Angie merupakan terdakwa kasus suap pembahasan anggaran pada proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga dan pengadaan sarana dan prasarana di Kementerian Pendidikan Nasional.

“Saya masih ingat itu iklan saudara, stop korupsi. Sekarang saya bertanya, sikap saudara soal korupsi, yes atau no?,” tanya Hakim Anggota Hendra Yospin Alwi kepada Angie dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (14/12).

Hakim Hendra juga sempat mencecar Angie soal sikap semua anggota komisi di Dewan Perwakilan Rakyat yang kerap bermain proyek dan anggaran. Tetapi, lagi-lagi Angie menjawab tidak tahu soal itu.

“Baik kalau begitu. Terserah saudara ya. Kami akan mempertimbangkan keterangan hari ini,” lanjut Hakim Hendra.

Di awal persidangan, Hakim Ketua Sudjatmiko sudah mengingatkan Angie jika mengingkari perbuatan, hal itu akan memperberat hukuman. Hakim Anggota Hendra Yospin Alwi kemudian menegaskan kembali dan memperingatkan Angie.

Dalam sidang hari ini, Angie tetap menyangkal dakwaan memiliki BlackBerry pada 2009. Dia juga menyangkal menerima uang Rp 33 miliar dari Grup Permai. Sampai berita ini diturunkan sidang masih berlangsung dan sedang diskors selama 15 menit buat salat Ashar atas permintaan penasehat hukum Angie, Teuku Nasrullah.

Dalam surat dakwaan, Angelina Patricia Pinkan Sondakh didakwa menerima pemberian atau janji berupa uang yang totalnya Rp 12 miliar dan 2 juta 350 ribu dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 21 miliar. Uang tersebut diberikan Grup Permai seperti yang sebelumnya sudah dijanjikan mantan anak buah Muhammad Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang kepada Angie.

Mantan anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat asal Fraksi Partai Demokrat itu menerima uang sebagai imbalan atas karena telah mengupayakan penambahan anggaran proyek pada pengadaan sarana dan prasarana 16 perguruan tinggi di Indonesia dan pada program pengadaan sarana prasarana olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Penambahan anggaran itu adalah permintaan Grup Permai karena nantinya proyek-proyek itu akan dikerjakan perusahaan milik Muhammad Nazaruddin itu atau pihak lain yang ditunjuk Grup Permai.

Atas perbuatannya, Angie dikenakan dakwaan berlapis. Dakwaan pertama, dia dijerat Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-undnag Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Dakwaan kedua, Angie dijerat pasal 5 ayat (2) dan ayat (1) huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dakwaan ketiga, Angie dijerat pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.[bnt]

Berita Terkait :

  1. KPK tak Pernah Periksa Angie Terkait Wisma Atlet
  2. Selalu Berkelit, Angie Ditegur Hakim
  3. Jaksa: Dakwaan Terhadap Angie Sudah Jelas & Cermat

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment