Sat, 10 December 2011

PetaPolitik.Com – PT Adhi Karya (Persero) Tbk selama 2010 -2011 lumayan mendapat berbagai proyek infrastruktur di wilayah Jawa Timur.

Beberapa proyek itu antara lain  pembangunan jembatan penghubung Suramadu,  Bojonegoro Barage (Pakage BJ-1), proyek jalan Widang-Gresik, proyek SSC Surabaya, Proyek Pirimp Situbondo dan Proyek RSU Haji Surabaya.

Uniknya dalam proyek RSU Haji Surabaya ini PT Adhi Karya (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Anak Negeri. Patut dicatat pemilik PT Anak Negeri adalah Nazaruddin mantan bendahara umum Partai Demokrat. Proyek RSU Haji Surabaya saat ini tengah berjalan dimana porsi pengerjaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar 98.65% sedang sisanya menjadi bagian PT Anak Negeri.

Tidak hanya itu saja, PT Adhi Karya (Persero) Tbk selama periode 2010 -2011 juga menggarap proyek bersama dengan PT Duta Graha Indah. Proyek itu antara lain pengerjaan Rigid Taxiway Kualanamu serta pembuatan jalan Trengguli-Kudus-Pati.

Nama PT Duta Graha Indah sempat mencuat karena perusahaan yang dibawa oleh Nazaruddin ini mendapat pengerjaan proyek sarana olah raga untuk penyelenggaraan SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu. Gara-gara proyek inilah,  Mindo Rosalina Manulang direktur marketing PT Anak Negeri dan Wafid Muharam sekjen Kememenpora menjadi tersangka kasus korupsi.

Proyek lain yang juga kontroversial adalah proyek Hambalang Sentul.  ditenggarai PT Adhi Karya (Persero) Tbk bisa mendapatkan proyek itu berkat jasa Anas Urbaningrum. Proyek Hambalang Sentul mencuat karena celotehan Nazaruddin pada saat sidang beberapa waktu lalu. Nazaruddin yang duduk dikursi pesakitan menyatakan bahwa PT Adhi Karya (Persero) Tbk bisa mendapatkan proyek itu karena bersedia menggelontorkan dana Rp 50 milyar untuk pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Dari berbagai proyek yang dilakukan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dalam periode itu ternyata tidak bisa dilepaskan dari peran dan campur tangan Nazaruddin. Meningat sebelum menjadi pesakitan karena tersangkut perkara korupsi, Nazaruddin selain pernah menjabat bendahara umum Partai Demokrat juga duduk sebagai anggota DPR komisi VII. Patut diketahui mitra kerja komisi VII DPR antara lain adalah Kementerian Pekerjaan Umum.

Memang PT Adhi Karya (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di sektor jasa konstruksi. Sehingga sering dianggap wajar bila mendapatkan prioritas pengerjaan proyek-proyek pemerintah. Tapi jangan lupa bahwa PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga merupakan perusahaan publik yang listing di lantai bursa.

Amat disayangkan bila PT Adhi Karya (Persero) Tbk ternyata lebih mementingkan mendapatkan proyek lewat jalur politik sehingga terpaksa mengabdi kepada kepentingan politik. Bukan mengabdi kepada kepentingan pemilik saham terutama masyarakat yang mempercayakan uangnya dalam bentuk kepemilikan saham  PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Jangan sampai publik terkaget-kaget hanya karena PT Adhi Karya (Persero) Tbk mendapatkan proyek yang bukan menjadi core bisnisnya hanya karena kepentingan politik semata. Kasus dimana PT Adhi Karya (Persero) Tbk mendapat proyek pengadaan tabung gas 3 kg harusnya menjadi pelajaran berharga untuk tidak semata-mata melaksanakan proyek titipan bermuatan politik. Banyaknya tabung gas yang meledak pada saat digunakan menjadi preseden buruk atas profesionalisme perusahaan yang core bisnisnya adalah konstruksi serta konsultasi manajemen dan rekayasa industri (Engineering Procurement and Construction/EPC). Yang jelas membuat tabung gas 3 kg bukan menjadi spesialisasinya. (leo)

Berita Terkait :

  1. Menelisik Dugaan Aliran Rp 50 Milyar (Menyorot PT Adhi Karya Persero Tbk 1)
  2. Manuver Politik Berjalur Hukum
  3. Anas: Nazaruddin Terus Berdusta

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment